Advertisement
Peristiwa Daerah

Dalam Sepekan, BPBD Muara Enim Catat Empat Peristiwa Karhutla

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muara Enim mencatat empat peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menghanguskan 3,5 hektare lahan selama sepekan terakhir.

TIMES Indonesia,
Dalam Sepekan, BPBD Muara Enim Catat Empat Peristiwa Karhutla
Tim gabungan memadamkan api karhutla di Desa Tambangan Kelekar, Kecamatan Gelumbang. (Foto: ANTARA/HO/BPBD Muara Enim)
A-AA+

muara enim – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, mencatat sedikitnya empat peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah tersebut dalam sepekan terakhir.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Muara Enim, Alvi Gumara, mengonfirmasi bahwa amukan si jago merah melanda empat desa yang tersebar di dua kecamatan. Wilayah tersebut meliputi Desa Alai di Kecamatan Lembak, serta Desa Mililian, Desa Pedataran, dan Desa Tambangan Kelekar di Kecamatan Gelumbang.

Advertisement

"Peristiwa karhutla ini terjadi selama dua hari berturut-turut pada 28-29 Mei 2026," ujar Alvi saat dihubungi dari Baturaja, Kamis (4/6/2026).

Berdasarkan data asesmen di lapangan, total luas area yang hangus terbakar akibat rentetan peristiwa tersebut mencapai 3,5 hektare.

"Rata-rata kawasan yang terbakar ini merupakan lahan gambut dan mineral yang belum diketahui pemiliknya," tegas Alvi.

Begitu menerima laporan dari masyarakat, personel BPBD langsung bergerak cepat dan bersinergi dengan tim Manggala Agni. Petugas gabungan tersebut berjibaku di lokasi untuk melokalisasi dan memadamkan kobaran api agar tidak meluas dan memicu bencana kabut asap yang lebih parah.

Dalam proses pemadaman, tim gabungan memaksimalkan penggunaan peralatan yang memadai, mulai dari mesin jinjing pemadam hingga bentangan empat rol selang air untuk menjangkau titik api.

Advertisement

"Meskipun api sudah dipadamkan tapi upaya pemantauan dari udara terus dilakukan guna mengantisipasi kemunculan kembali titik api yang dapat memicu karhutla," katanya menambahkan.

Mengingat kondisi cuaca yang mulai memasuki masa kering, Alvi memberikan imbauan keras kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak melakukan tindakan ceroboh yang dapat memicu kebakaran besar, terutama dalam aktivitas pembukaan lahan baru.

"Musim kemarau sangat rentan terjadi karhutla sehingga masyarakat kembali kami ingatkan untuk tidak membuka lahan pertanian dan perkebunan dengan cara dibakar," tutur Alvi memungkasi. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Antara
PenulisAntaraANTARA adalah kantor berita nasional Indonesia yang menyebarluaskan informasi tentang berbagai peristiwa penting di dalam dan luar negeri.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia