Advertisement
Peristiwa Daerah

Diterjang Angin Kencang, 66 Huntara Korban Bencana di Aceh Utara Rusak

Sebanyak 66 hunian sementara (huntara) warga korban bencana di Langkahan, Aceh Utara, rusak akibat diterjang angin kencang. Warga terpaksa kembali mengungsi.

TIMES Indonesia,
Diterjang Angin Kencang, 66 Huntara Korban Bencana di Aceh Utara Rusak
Sejumlah huntara di Kecamatan Langkahan Kabupaten Aceh Utara rusak diterjang angin kencang, Selasa (2/6/2026). (Foto: ANTARA/HO-Kementerian PU)
A-AA+

Aceh – Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan sebanyak 66 unit hunian sementara (huntara) bagi warga korban bencana di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, mengalami kerusakan. Kerusakan tersebut terjadi setelah wilayah itu dua kali diterjang angin kencang, yakni pada Selasa (2/6) dan Kamis (4/6).

"Angin kencang telah menyebabkan huntara di Langkahan rusak," kata Kepala Pelaksana BPBA, Bahron Bakti, di Banda Aceh, Jumat (5/6/2026).

Advertisement

Kronologi dan Sebaran Kerusakan

Bahron merinci, pada peristiwa pertama yang terjadi Selasa (2/6) sore, angin kencang merusak 58 unit huntara. Fasilitas tersebut tersebar di beberapa lokasi, meliputi 36 unit di Gampong Rumoh Rayeuk, tujuh unit di Buket Linteung, 10 unit di Geudumbak, dan lima unit di Gampong Langkahan.

Dampak cuaca ekstrem kembali berlanjut pada Kamis (4/6). Angin kencang susulan merusak delapan unit huntara tambahan, dengan rincian enam unit di Gampong Rumoh Rayeuk dan dua unit di Buket Linteung. Tingkat kerusakan bangunan bervariasi, mulai dari kategori rusak berat hingga rusak ringan.

Akibat bencana ini, sejumlah warga terdampak terpaksa kembali mengungsi ke tenda-tenda darurat. Sebagian warga lainnya memilih untuk menumpang sementara di huntara milik tetangga yang selamat dari terjangan angin.

Penanganan Darurat di Lapangan

Hingga saat ini, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara terus melakukan pendataan dan membantu proses pembersihan di lokasi kejadian. Di sisi lain, warga terdampak juga telah mengevakuasi barang-barang berharga mereka ke tempat yang lebih aman.

"Masyarakat juga sudah membersihkan puing-puing runtuhan rumah yang rusak, kondisi sudah kondusif," ujar Bahron Bakti.

Advertisement

Mengingat kompleks huntara yang rusak tersebut sebelumnya dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU), pemerintah daerah saat ini tengah berkoordinasi untuk melakukan pendataan menyeluruh. Selain membantu pembersihan material dan perbaikan bangunan, otoritas terkait juga sedang menyiapkan langkah-langkah penanganan darurat lanjutan bagi masyarakat terdampak. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Antara
PenulisAntaraANTARA adalah kantor berita nasional Indonesia yang menyebarluaskan informasi tentang berbagai peristiwa penting di dalam dan luar negeri.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia