Advertisement
Peristiwa Daerah

Jemaah Haji Kloter PDG 4 Asal Bengkulu Tiba di Padang, Dua Jemaah Wafat di Tanah Suci

Jumlah jemaah yang tiba di Padang sebanyak 386 orang. Padahal saat keberangkatan, Kloter PDG 4 berjumlah 387 jemaah.

TIMES Indonesia,
Jemaah Haji Kloter PDG 4 Asal Bengkulu Tiba di Padang, Dua Jemaah Wafat di Tanah Suci
Jemaah Haji Kloter PDG 4 Asal Bengkulu Tiba di Padang. (Foto: Kemenhaj Sumbar for TIMES Indonesia)
A-AA+

PADANG Jemaah haji Indonesia asal Provinsi Bengkulu yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 4 Padang (PDG 4) Debarkasi Padang tiba di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada Ahad (7/6/2026) malam.

Mereka diterbangkan dari Bandara King Abdul Aziz Jeddah menggunakan maskapai Garuda Indonesia Boeing 777‑300ER dengan nomor penerbangan GA3804 dan mendarat selamat di BIM pukul 19.13 WIB.

Advertisement

Kedatangan rombongan disambut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat, M. Rifki, didampingi Kepala Bidang Pelayanan Haji dan Umrah Yudi Hidayat serta jajaran Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Padang.

Rifki menjelaskan, jumlah jemaah yang tiba di Padang sebanyak 386 orang. Padahal saat keberangkatan, Kloter PDG 4 berjumlah 387 jemaah. 

“Dari jumlah tersebut, dua orang jemaah wafat di Tanah Suci, yaitu Tukiman Sandy Kromo Karso (54) asal Kota Bengkulu dan Mustina Abdul Basir (66) asal Kabupaten Bengkulu Utara,” ungkapnya.

Selain itu, terjadi perpindahan satu jemaah melalui proses tanazul atau pemulangan lebih awal dari Kloter PDG 12 ke kloter ini. Jemaah tersebut adalah Nurhayati Aziz Nuh (67) asal Kota Padang yang dipulangkan lebih cepat karena sakit di Arab Saudi.

Dalam sambutannya, Rifki menyampaikan ucapan selamat datang dan rasa syukur. “Alhamdulillah, PPIH Debarkasi Padang telah memulangkan empat kloter jemaah haji ke tanah air dengan selamat,” ucapnya.

Advertisement

Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada petugas yang mendampingi perjalanan tersebut. Rifki menilai petugas telah bekerja penuh dedikasi meski dengan jumlah personel yang terbatas.

“Terima kasih atas pengabdian, kerja keras, dan perjuangan seluruh petugas. Meski jumlah terbatas, tugas berjalan baik hingga jemaah kembali ke Tanah Air,” tegas Rifki.

Khusus untuk Kloter PDG 4, pendampingan hanya dilakukan oleh dua petugas kloter, yakni Ketua Kloter serta Pembimbing Ibadah yang sekaligus merangkap tugas dokter dan perawat. Mereka didukung satu petugas dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).

Salah seorang jemaah asal Bengkulu, Hadi, mengaku sangat bersyukur dapat menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah dengan lancar.

“Alhamdulillah, perjalanan aman, damai, dan tanpa hambatan. Semua proses berjalan baik dan kami kembali dalam keadaan sehat,” katanya.

Menurut Hadi, penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 ini menunjukkan peningkatan yang nyata dibandingkan tahun‑tahun sebelumnya.

“Pelayanan tahun ini lebih baik. Ada peningkatan kualitas dan pelayanan yang kami terima selama di Tanah Suci cukup memuaskan,” ungkapnya.

Setelah menjalani administrasi dan transit sekitar empat jam di Padang, jemaah Bengkulu Kloter PDG 4 diterbangkan menuju daerah asal. Mereka berangkat Senin dini hari (8/6/2026) dengan dua penerbangan Lion Air, masing‑masing pukul 00.15 WIB dan pukul 00.45 WIB. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Diona Arvoni
PenulisDiona ArvoniPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2025. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia