Advertisement
Peristiwa Daerah

Mengantuk, Pengemudi Pick Up Hantam Kios Tiket di Banyuwangi

Akibat tidak kuasa menahan rasa kantuk, sebuah mobil pick up Mitsubishi L300 kehilangan kendali hingga menghantam sebuah kios tiket online.

TIMES Indonesia,
Mengantuk, Pengemudi Pick Up Hantam Kios Tiket di Banyuwangi
Polisi olah TKP Pick Up menabrak sepeda motor dan kios Tiket di Ketapang. (FOTO : Satlantas Polresta Banyuwangi for TIMES Indonesia)
A-AA+

Banyuwangi Akibat tidak kuasa menahan rasa kantuk, sebuah mobil pick up Mitsubishi L300 kehilangan kendali hingga menghantam sebuah kios tiket online di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (7/6/2026) malam

Menurut keterangan Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi, Ipda Tri Pepri Alfiyan, peristiwa kecelakaan tunggal ini berawal ketika mobil pick up merek Mitsubishi L300 dengan nopol P-8374-VN melaju dari arah utara ke selatan, atau tepatnya dari arah Situbondo.

Advertisement

Kendaraan tersebut dikemudikan oleh seorang pemuda berinisial RFY (21), warga Desa Harjomulyo, Kecamatan Silo, Jember, yang diketahui mengantongi SIM A sah. Sesampainya di Tempat Kejadian Perkara (TKP) Jalan Raya Nasional Banyuwangi-Situbondo, tepatnya di selatan SPBU Farly, pengemudi diduga kuat mengantuk berat.

"Diduga kantuk, sopir kehilangan konsentrasi secara mendadak membuat laju kendaraan oleng ke arah kanan jalan hingga mengakibatkan laka tunggal," terangnya, Senin (8/6/2026).

Pick Up L300 tersebut menabrak sebuah sepeda motor merek Honda Vario bernopol P-2101-VZ yang sedang terparkir di depan area kios. Benturan keras terus berlanjut hingga pick up menerjang etalase kaca dan menjebol bangunan kios tiket online.

Nahas, saat insiden terjadi, di dalam kios terdapat dua orang warga asal Kelurahan Tamanbaru, Banyuwangi, yakni seorang wanita bernama RSS (31) bersama anak laki-lakinya yang masih pelajar, ASD (12).

"Akibat hantaman keras tersebut, kedua orangdi dalam kios mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke RSUD Blambangan untuk mendapatkan penanganan medis," ujar Ipda Pepri.

Advertisement

Korban RSS dilaporkan mengalami gejala muntah-muntah dengan indikasi luka kepala ringan. Sementara sang anak, ASD, menderita luka di bagian kaki akibat menginjak pecahan kaca etalase yang berserakan.

"Tidak ada korban meninggal, namun kerugian material (kermat) yang ditaksir mencapai Rp5juta," papar Ipda Pepri.

Atas adanya peristiwa ini, Ipda Pepri mengimbau para pengemudi untuk selalu memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima sebelum berkendara. Ia menegaskan, apabila mulai merasa lelah atau mengantuk di perjalanan, pengemudi sebaiknya segera menepi dan beristirahat terlebih dahulu demi keselamatan bersama.

"Bagi pengendara yang kantuk lebih baik untuk beristirahat yerlebih dahulu untuk menghindari kecelakaan," tuturnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Anggara Cahya
PenulisAnggara CahyaPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2022. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia