Advertisement
Peristiwa Daerah

Harimau Sumatra Makin Dekat ke Permukiman, BKSDA Aceh Turun Tangan di Gayo Lues

BKSDA Aceh menerjunkan tim gabungan menangani kemunculan harimau sumatra di sejumlah permukiman Gayo Lues. Warga diminta waspada dan menghindari aktivitas sendirian di kebun.

TIMES Indonesia,
Harimau Sumatra Makin Dekat ke Permukiman, BKSDA Aceh Turun Tangan di Gayo Lues
Seekor harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) yang masih dalam kondisi lemah dikurung dalam kandang di Kantor Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Tapaktuan, Aceh Selatan, Kamis (22/10/2009). (Foto: ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)
A-AA+

ACEH Kemunculan harimau sumatra di sejumlah kawasan permukiman warga Kabupaten Gayo Lues, Aceh, membuat tim konservasi bergerak cepat. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh bersama sejumlah mitra kini melakukan pemantauan intensif di lokasi-lokasi yang dilaporkan menjadi jalur pergerakan satwa tersebut.

Kepala BKSDA Aceh, Ujang Wisnu Barata, mengatakan tim gabungan telah diterjunkan untuk mencegah terjadinya interaksi negatif antara harimau dan masyarakat. Selain patroli lapangan, petugas juga melakukan upaya penggiringan agar satwa dilindungi itu menjauh dari area permukiman.

Advertisement

“Tim sudah turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan patroli di sekitar titik kemunculan harimau. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mitigasi guna menjaga keselamatan masyarakat sekaligus melindungi satwa tersebut,” kata Ujang, Senin (8/6/2026).

Selain petugas BKSDA Aceh, tim tersebut juga melibatkan personel Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), Forum Konservasi Leuser (FKL), WCS, MMP, serta masyarakat setempat.

Selain memantau pergerakan harimau di lokasi, kata dia, tim memasang kamera jebak di beberapa tempat guna memastikan keberadaan satwa liar yang dilindungi tersebut.

Seperti di Desa Singah Mulo, Kecamatan Putri Betung, katanya, tim memasang kamera jebak karena terinspirasi intensitas penampakan harimau sumatra cukup tinggi di wilayah tersebut.

Sebelumnya, Bupati Gayo Lues Suhaidi mengimbau masyarakat tidak ke kebun untuk sementara waktu menyusul kemunculan harimau sumatra di pemukiman penduduk di sejumlah wilayah di kabupaten tersebut.

Advertisement

"Kami mengimbau masyarakat tidak ke kebun. Apabila kebutuhannya mendesak, jangan ke kebun sendirian serta tetap waspada kemunculan harimau sumatra. Ini untuk mencegah interaksi negatif satwa liar tersebut," katanya.

Beberapa tempat kemunculan harimau sumatra, di antaranya Desa Porang Ayu, Gantung Geluni, Kute Bukit (Kecamatan Blangpegayon) serta Desa Singah Mulo (Kecamatan Putri Betung).

Ia menyebutkan pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan BKSDA untuk menangani kemunculan harimau sumatra tersebut.

Keselamatan masyarakat, ujar dia, menjadi prioritas utama dalam menangani kondisi tersebut.

"Kami terus mengingatkan masyarakat menghindari aktivitas sendirian di kebun, mengikuti arahan petugas konservasi. Apabila melihat dan mengetahui keberadaan harimau, segera melaporkan kepada petugas terdekat," kata dia.

Berdasarkan daftar kelangkaan satwa dikeluarkan lembaga konservasi dunia International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN), harimau sumatra merupakan satwa yang hanya ditemukan di Pulau Sumatra, berstatus spesies terancam kritis dan berisiko tinggi untuk punah di alam liar.

Masyarakat diimbau bersama-sama menjaga kelestarian harimau sumatra dengan cara tidak merusak hutan yang merupakan habitat berbagai jenis satwa.

Selain itu, tidak menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup ataupun mati, tidak memasang jerat, racun, pagar listrik tegangan tinggi yang dapat menyebabkan kematian satwa liar dilindungi.

Semua perbuatan ilegal tersebut dikenakan sanksi pidana sesuai peraturan perundang-undangan.

Di samping itu, aktivitas ilegal lainnya dapat menyebabkan konflik satwa liar, khususnya harimau sumatra dengan manusia. Konflik ini berakibat kerugian secara ekonomi hingga korban jiwa, baik manusia maupun keberlangsungan hidup satwa liar tersebut.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Antara
PenulisAntaraANTARA adalah kantor berita nasional Indonesia yang menyebarluaskan informasi tentang berbagai peristiwa penting di dalam dan luar negeri.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia