Tantowi Yahya: Saatnya Jobseeker Pariwisata Jemput Ribuan Peluang Kerja Global
International Grand Recruitment 2026 di Poltekpar NHI Bandung buka 6.000+ lowongan kerja pariwisata dan hospitality dalam dan luar negeri, inklusif bagi semua pencari kerja.
BANDUNG – Industri pariwisata dan hospitality terus menunjukkan pemulihan yang kuat pascapandemi.
Di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga kerja profesional di sektor tersebut, para pencari kerja kini memiliki peluang lebih besar untuk menembus pasar kerja nasional maupun internasional melalui ajang International Grand Recruitment 2026 yang digelar di kampus Politeknik Pariwisata (Poltekpar) NHI Bandung.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini merupakan hasil kolaborasi antara Ikatan Alumni NHI Bandung (IKA NHI Bandung), Poltekpar NHI Bandung, dan Kompensi STP Bandung serta para sponsor yang mendukung.
Kolaborasi tersebut menghadirkan ribuan peluang kerja dari berbagai perusahaan di bidang perhotelan, restoran, kapal pesiar, maskapai penerbangan, hingga destinasi wisata di dalam dan luar negeri.
Ketua IKA NHI Bandung Tantowi Yahya mengatakan penyelenggaraan International Grand Recruitment menjadi bentuk nyata komitmen dunia pendidikan dan alumni dalam membantu menjawab kebutuhan industri sekaligus membuka akses seluas-luasnya bagi para pencari kerja.
Menurut Tantowi, sedikitnya terdapat sekitar 6.000 hingga 6.800 peluang kerja yang tersedia dalam kegiatan tersebut. Jumlah tersebut jauh lebih besar dibandingkan jumlah pencari kerja yang telah mendaftar, sehingga kesempatan untuk memperoleh pekerjaan masih terbuka sangat lebar.
“Kami mengundang seluruh masyarakat Indonesia yang memenuhi persyaratan, baik yang sudah berpengalaman maupun yang baru memulai karier, untuk memanfaatkan kesempatan ini. Peluang yang tersedia bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara,” ujarnya saat ditanya di event tersebut, Senin (8/6/2026).
Sejumlah perusahaan dan pelaku industri hospitality yang terlibat menawarkan posisi kerja di hotel berbintang, resort premium, restoran internasional, kapal pesiar, maskapai penerbangan Timur Tengah, hingga destinasi wisata unggulan seperti Bali dan Labuan Bajo.
Kehadiran berbagai perusahaan tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan tenaga kerja terampil di sektor pariwisata.
Tantowi menilai kondisi tersebut menjadi momentum penting bagi para jobseeker untuk mengambil langkah berani dalam membangun karier.
Terlebih, industri pariwisata saat ini tengah memasuki fase pertumbuhan baru yang membutuhkan sumber daya manusia berkualitas dan siap kerja.
Ia menegaskan bahwa sektor pariwisata memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan industri lain. Menurutnya, meskipun perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin pesat, kebutuhan terhadap tenaga kerja manusia tetap menjadi elemen utama dalam industri hospitality.
“Pariwisata adalah industri berbasis manusia. Ada banyak pekerjaan yang mungkin bisa dibantu teknologi, tetapi pelayanan yang membutuhkan sentuhan manusia tidak akan pernah tergantikan sepenuhnya oleh AI,” kata Tantowi.
Karena itu, ia optimistis prospek karier di sektor pariwisata masih akan terus berkembang dalam jangka panjang. Kebutuhan terhadap tenaga kerja yang memiliki kompetensi, karakter, kemampuan komunikasi, dan orientasi pelayanan diperkirakan akan terus meningkat seiring pertumbuhan industri global.
Selain membuka peluang kerja, penyelenggaraan International Grand Recruitment juga menjadi bukti kuatnya sinergi antara dunia pendidikan, alumni, dan industri. Poltekpar NHI Bandung sebagai institusi pendidikan vokasi pariwisata menyediakan dukungan akademik dan fasilitas, sementara Kompensi STP Bandung berperan dalam memperkuat jejaring profesional yang menghubungkan lulusan dengan kebutuhan dunia kerja.
Tantowi juga mengapresiasi komitmen penyelenggara yang membuka kesempatan secara inklusif bagi pencari kerja berkebutuhan khusus.
Menurutnya, industri hospitality harus menjadi ruang yang terbuka bagi semua kalangan yang memiliki kemampuan dan kemauan untuk berkembang.
“Hospitality adalah industri hati. Pelayanan terbaik lahir dari ketulusan dan kepedulian terhadap sesama. Karena itu, kesempatan harus diberikan kepada siapa pun yang memiliki kompetensi,” ujarnya.
“Melalui ajang ini, IKA NHI Bandung, Poltekpar NHI Bandung, dan Kompensi STP Bandung berharap semakin banyak talenta Indonesia yang terserap ke dunia kerja, sekaligus memperkuat daya saing sumber daya manusia pariwisata Indonesia di tingkat global,” pungkasnya.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


