Belajar Kebencanaan, Muslimat NU Surabaya Kunjungi Taman Edukasi Bencana BPBD Jatim
Ratusan anggota Muslimat NU Kota Surabaya mengikuti edukasi kesiapsiagaan bencana di Taman Edukasi Bencana BPBD Jatim guna memperkuat peran perempuan dalam mitigasi.
Surabaya – Komunitas perempuan yang tertarik mendalami masalah kebencanaan di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur terus bertambah. Setelah BKOW Jatim dan DWP Setdaprov Jatim, kini giliran komunitas ibu-ibu Muslimat NU Kota Surabaya melakukan kunjungan pembelajaran kebencanaan di Taman Edukasi Bencana BPBD Jatim, Senin (8/6/2026).
Sekitar 100 anggota Muslimat NU Kota Surabaya, yang terdiri dari Pimpinan Cabang (PC) dan perwakilan Pimpinan Anak Cabang (PAC) dari berbagai kecamatan di Surabaya, terlihat antusias mengikuti proses pembelajaran kebencanaan tersebut.
Hadir mewakili Kalaksa BPBD Jatim dalam pembukaan kegiatan ini, Sekretaris BPBD Jatim Andhika Nurrahmad Sudigda, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK) BPBD Jatim Deni Kiki Melia Tamara, serta Ketua PC Muslimat NU Kota Surabaya Hj. Lilik Fadhilah.
Berbagai materi kebencanaan diberikan dalam kegiatan edukasi ini, mulai dari pengenalan ragam jenis bencana, Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), hingga simulasi gempa bumi dan pemadaman kebakaran.
Ketua PC Muslimat NU Kota Surabaya, Hj. Lilik Fadhilah, mengaku kagum dengan adanya fasilitas pembelajaran kebencanaan yang dimiliki BPBD Jatim. Ia tidak menyangka bahwa di Jawa Timur terdapat fasilitas edukasi bencana yang lengkap, mulai dari Tenda Pendidikan Bencana hingga simulator gempa.
"Kegiatan ini insya Allah sangat bermanfaat bagi anggota kami, mulai dari pengurus ranting, anak ranting, hingga PAC. Apa yang kita dapat hari ini pasti akan kami tularkan ke anggota lainnya," ujarnya di sela-sela acara.

Sekretaris BPBD Jatim, Andhika Nurrahmad Sudigda, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Muslimat NU Kota Surabaya yang telah berkunjung untuk mengikuti pembelajaran kebencanaan di area Taman Edukasi Bencana BPBD Jatim.
Menurutnya, edukasi ini penting karena penanganan bencana tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah atau BPBD saja, melainkan memerlukan keterlibatan segenap elemen masyarakat, termasuk kelompok Muslimat NU.
"Berdasarkan survei yang pernah dilakukan di Jepang, mereka yang selamat saat terjadi bencana itu mayoritasnya karena faktor kemampuan diri mereka sendiri, bukan karena bantuan regu penolong," ujar Andhika.
Andhika juga menyampaikan dukungan penting Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam penanggulangan bencana di Jatim. Salah satunya saat pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) ketika cuaca ekstrem melanda Jatim beberapa waktu lalu.
Berkat OMC yang dilaksanakan atas arahan Gubernur Khofifah tersebut, cuaca ekstrem di Jatim bisa dikendalikan sehingga kegiatan masyarakat saat Lebaran dapat berlangsung nyaman tanpa kendala bencana yang berarti.
"Pelaksanaan OMC itu bahkan didukung dari APBD Jatim. Padahal di provinsi lain, kegiatan OMC mengandalkan anggaran dari pusat. Inilah bentuk kepedulian yang luar biasa dari Ibu Gubernur," terangnya.
Sementara itu, Kabid PK BPBD Jatim, Deni Kiki Melia Tamara, menambahkan bahwa selama ini perempuan dan anak-anak merupakan kelompok rentan yang sering menjadi korban saat terjadi bencana. Oleh karena itu, pembelajaran kebencanaan bagi anggota Muslimat NU ini dinilai sangat tepat dan perlu ditularkan ke anggota lainnya.
"Berbagai sarana prasarana yang dihadirkan BPBD Jatim ini juga merupakan bentuk kepedulian Ibu Gubernur terhadap penanganan bencana di Jawa Timur," kata Deni.
Selain pembelajaran kebencanaan, dalam kegiatan ini para peserta juga menerima bantuan 100 bibit pohon produktif, yang terdiri dari bibit pohon jambu, alpukat, dan kelengkeng.
"Ini juga menjadi bagian dari upaya mitigasi lingkungan yang ditekankan Ibu Gubernur. Kita jaga alam, alam jaga kita," tambah Deni.
Sulinah, salah satu pengurus PAC Kecamatan Gunung Anyar yang berkesempatan mencoba simulasi pemadaman kebakaran, juga mengaku terkesan dengan pembelajaran kebencanaan di BPBD Jatim ini.
"Terima kasih kepada BPBD Jatim dan Ibu Gubernur Khofifah untuk pembelajaran kebencanaan hari ini. Banyak sekali manfaat yang kita dapat dan bisa kita tularkan kepada anggota lainnya," tutur Sulinah. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


