Advertisement
Peristiwa Daerah

Kebakaran Lahan Gambut di Aceh Barat Meluas hingga 29,1 Hektare, Kabut Asap Mulai Ganggu Warga

Karhutla di Aceh Barat hanguskan 29,1 hektare lahan gambut dan perkebunan warga. Angin kencang dan asap pekat hambat tim gabungan jinakkan api.

TIMES Indonesia,
Kebakaran Lahan Gambut di Aceh Barat Meluas hingga 29,1 Hektare, Kabut Asap Mulai Ganggu Warga
Kebakaran lahan di kawasan Desa Gunong Pulo, Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat. (Foto: ANTARA/HO-BPBD Aceh Barat)
A-AA+

Aceh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat mencatat sedikitnya 29,1 hektare lahan gambut dan perkebunan warga di wilayah tersebut hangus terbakar. Hingga saat ini, tim gabungan masih terus berjibaku di lapangan untuk menjinakkan si jago merah.

“Upaya pemadaman masih terus kami lakukan, dengan harapan kobaran api dapat segera dikendalikan,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Aceh Barat, Teuku Ronal, kepada wartawan di Meulaboh, Senin (8/6/2026) malam.

Advertisement

Berdasarkan data yang dihimpun oleh BPBD Aceh Barat, sebaran kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tersebut meluas di empat wilayah kecamatan, dengan rincian sebagai berikut:

  • Kecamatan Bubon: Desa (Gampong) Berawang seluas 15 hektare dan Kuta Padang Layung seluas 10 hektare.

  • Kecamatan Meureubo: Desa Ujong Tanoh Darat seluas 1,6 hektare.

  • Kecamatan Johan Pahlawan: Desa Lapang seluas 1 hektare dan Seuneubok seluas 0,5 hektare.

  • Kecamatan Arongan Lambalek: Desa Gunung Pulo seluas 1 hektare.

    Advertisement

Teuku Ronal menjelaskan, karhutla ini telah merusak vegetasi hijau di area yang terdampak. Tidak hanya itu, kabut asap pekat yang dihasilkan mulai mengganggu pernapasan warga sekitar dan berpotensi meluas jika tidak segera ditangani secara masif.

Kendati petugas dan tim gabungan telah dikerahkan ke lokasi, kobaran api masih sulit dipadamkan. Faktor angin kencang di lapangan menjadi kendala utama karena menghambat proses pemadaman, mempercepat perambatan api, hingga memicu kemunculan titik api (hotspot) baru.

Kondisi di lapangan kian sulit lantaran kepulan asap tebal membatasi jarak pandang petugas. Selain itu, akses jalan yang terbatas membuat kendaraan roda empat dan armada pemadam kebakaran kesulitan untuk menjangkau titik api utama.

Guna mengatasi kebakaran ini, sejumlah unsur gabungan terus bersiaga dan bergotong-royong di lokasi kejadian. Tim ini terdiri atas personel BPBD Aceh Barat, Kodim 0105 Aceh Barat, Polres Aceh Barat, Pos Damkar Woyla, Koramil, Polsek, KPH IV Wilayah Aceh, mahasiswa UKM PK UTU Meulaboh, serta masyarakat setempat.

Pihak BPBD Aceh Barat mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan kepada petugas jika melihat adanya indikasi titik api baru di wilayah mereka agar dapat diantisipasi sejak dini. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Antara
PenulisAntaraANTARA adalah kantor berita nasional Indonesia yang menyebarluaskan informasi tentang berbagai peristiwa penting di dalam dan luar negeri.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia