Advertisement
Peristiwa Daerah

Panen Raya Kopi Cianjur 2026 di Pakuon, Momentum Harmoni Alam dan Budaya

Kegiatan ini menjadi momentum krusial bagi masyarakat tani hutan untuk memamerkan hasil budidaya kopi yang ditanam di bawah naungan hutan pada ketinggian 700 hingga 900 mdpl.

TIMES Indonesia,
Panen Raya Kopi Cianjur 2026 di Pakuon, Momentum Harmoni Alam dan Budaya
Panen raya kopi Cianjur di Kampung Babakan Sumedang, Desa Pakuon, Kecamatan Sukaresmi. (FOTO: Instagram @lokatmalafoundation)
A-AA+

CIANJUR Perhelatan Panen Raya Kopi Cianjur 2026 yang berlangsung di Kampung Babakan Sumedang, Desa Pakuon, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur menjadi simbol integrasi antara sektor pertanian, pelestarian alam, serta adat kebudayaan lokal. 

Kegiatan ini menjadi momentum krusial bagi masyarakat tani hutan untuk memamerkan hasil budidaya komoditas kopi yang ditanam di bawah naungan hutan pada ketinggian 700 hingga 900 meter di atas permukaan laut. 

Advertisement

Penyelenggaraan acara yang berlangsung meriah tersebut sekaligus memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan mempertemukan para petani, jajaran pemerintah, dunia usaha, serta pegiat lingkungan.

Melansir informasi dari akun Instagram @lokatmalafoundation bahwa kegiatan yang diinisiasi oleh Yayasan Kebudayaan Lokatmala Indonesia bersama Kopi Sarongge dan Yayasan Prakarsa Hijau Indonesia ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting. 

Di antaranya adalah Ketua DPRD Kabupaten Cianjur Metty Triantika, Ketua Badan Pengurus Harian Yayasan Prakarsa Hijau Indonesia Tosca Santoso, serta Direktur Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan RI Apri Dwi Sumarah. 

Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat posisi kopi lokal Cianjur.

Penguatan posisi itu khususnya untuk varietas Robusta Pakuon yang dikenal memiliki cita rasa pahit yang lembut dengan sensasi manis alami yang bersih akibat proses pematangan perlahan di bawah rimbun atap hutan yang sejuk.

Advertisement

Dalam aksi nyata mendukung kelestarian alam pada momentum panen tersebut, para tamu undangan bersama kelompok tani hutan Rindu Alam dan Adibaraya melakukan penanaman berbagai jenis pohon produktif serta konservasi. 

Guna menyokong program tersebut, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk yang diwakili oleh Presiden Direktur Adi Pramana menyerahkan bantuan berupa 3.000 bibit pohon yang meliputi tanaman kopi, alpukat, pala, durian, hingga petai. 

"Sinergi ini diharapkan mampu menjaga fungsi ekologi hutan sekaligus meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat sekitar melalui hasil panen komoditas non-kayu," unggah akun tersebut dikutip TIMES Indonesia, Selasa (9/6/2026).

Kemeriahan pesta panen raya ini semakin semarak dengan ditutup oleh pertunjukan seni ketangkasan pencak silat dari Padepokan Benteng Wulung yang diiringi oleh alunan gamelan Sunda. 

Aktivitas budaya tersebut bukan sekadar hiburan semata, melainkan bagian integral dari upacara adat sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil bumi dan bentuk penghormatan mendalam terhadap perjuangan para petani kopi. 

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, komoditas kopi asal kawasan Sarongge yang telah meraih pengakuan internasional sebagai salah satu kopi terbaik dunia diharapkan terus konsisten bersaing di panggung global sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Barat. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Wandi Ruswannur
PenulisWandi RuswannurSarjana Hukum STAI Al-Azhary Cianjur Bergabung bersama TIMES Indonesia sejak 2024. Meliput berbagai topik, termasuk pemerintahan, politik, hukum, olahraga, life style, seni-budaya, pendidikan dan lingkungan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia