Antisipasi Pengunjung Membludak, KNMP Lateng Banyuwangi Siapkan Parkir Digital dan Perluasan Lahan
Pengelolaan parkir di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Lateng Banyuwangi terus bersolek. Langkah ini dlakukan untuk mengantisipasi lonjakan jumlah pengunjung yang terus meningkat, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.
BANYUWANGI – Pengelolaan parkir di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Lateng Banyuwangi terus bersolek. Langkah ini dlakukan untuk mengantisipasi lonjakan jumlah pengunjung yang terus meningkat, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.
Selain menyiapkan sistem parkir digital, pengelola juga merancang perluasan area parkir guna meningkatkan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata kuliner dan pesisir tersebut.
Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi, Suryono Bintang Samudra, mengatakan bahwa penataan parkir menjadi bagian penting dalam upaya menciptakan tata kelola kawasan yang lebih tertib, aman, dan profesional.
“Tujuan penataan ini tidak hanya untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung, tetapi juga untuk mewujudkan tata kelola parkir yang lebih transparan dan akuntabel,” kata Suryono, Selasa (9/6/2026).
Menurut Suryono, pengelolaan parkir nantinya akan melibatkan masyarakat lokal melalui Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Lateng. Para pemuda yang selama ini terlibat dalam aktivitas parkir, akan diakomodasi sebagai anggota koperasi sekaligus petugas resmi pengelola parkir.
Dengan pola tersebut, keberadaan kawasan wisata diharapkan tidak hanya memberi manfaat bagi pengunjung, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi warga sekitar.
Suryono menjelaskan, salah satu terobosan yang tengah disiapkan adalah penerapan sistem parkir berbasis digital. Melalui sistem tersebut, transaksi parkir akan tercatat secara lebih akurat sehingga mampu meminimalkan potensi kebocoran pendapatan.
Sebagai tahap awal, perangkat parkir digital akan diterapkan melalui uji coba yang terintegrasi langsung dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Banyuwangi.
“Kami ingin sistem pengelolaannya semakin baik. Digitalisasi menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan akuntabilitas sekaligus memudahkan pengawasan,” jelasnya.
Di sisi lain, Suryono menyebut bahwa keterbatasan lahan parkir menjadi tantangan yang harus segera diatasi. Saat ini, kapasitas parkir di KNMP Lateng dinilai belum mampu menampung lonjakan kendaraan ketika jumlah wisatawan meingkat drastis pada hari libur.
Karena itu, pengelola mulai menjajaki kerja sama dengan pemilik lahan di sekitar kawasan. Salah satunya adalah lahan kosong seluas sekitar 3.000 meter persegi yang berada di sisi kawasan KNMP dan berpotensi dimanfaatkan sebagai area parkir tambahan.
Untuk mendukung pengembangan tersebut, pengelola juga menyiapkan konsep akses satu pintu atau one gate system. Skema ini dinilai mampu memudahkan pengawasan kendaraan sekaligus menjaga ketertiban arus keluar masuk pengunjung.
Meski terdapat usulan perluasan hingga area selatan pertigaan Jalan Belitung, Suryono menegaskan bahwa akses utama parkir tetap diarahkan melalui pintu masuk kawasan KNMP agar pengelolaan lebih terintegrasi.
“Kami mengedepankan asas keadilan dan kenyamanan bagi semua pihak. Karena itu penataan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan pengunjung, pelaku usaha, masyarakat sekitar, serta tata kelola kawasan secara keseluruhan,” tutupnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


