Dukung Integrasi Literasi Digital dan AI, Untidar Dampingi SDN Gelangan 3 Kota Magelang
Tim Pengabdian Kemitraan Masyarakat Untidar Magelang 2026 berharap dapat menjadi awal pembelajaran digital dan menggunakan kecerdasan artifisial untuk membantu guru mengajar.
MAGELANG – Tim dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Untidar Magelang melaksanakan pendampingan integrasi literasi digital dan kecerdasan artifisial. Yakni, melalui program "Digital English for Young Learners (DEYL)" pada Rabu (10/6/2026) di SD Negeri Gelangan 3 Kota Magelang.
Sebagai bentuk dukungan transformasi pembelajaran bahasa Inggris di sekolah tersebut, kegiatan ini berfokus pada pendampingan pembelajaran siswa, memanfaatkan media digital dan kecerdasan artifisial.
Dengan memanfaatkan aplikasi, pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa melalui metode interaktif dan visual yang menarik.
Dalam kegiatan itu, siswa belajar vocabulary yang disajikan dalam bentuk presentasi melalui aplikasi. Aplikasi ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk memahami Bahasa Inggris dalam bentuk visual yang menarik, sehingga pembelajaran kosakata menjadi lebih kontekstual dan mudah diingat.

Aktivitas belajar mengajar yang disajikan tidak hanya belajar secara menyenangkan, tetapi juga membantu mengasah kemampuan berbicara (speaking) bahasa Inggris melalui lagu seperti ‘Rooms in My House’ dan ice breaking seperti ‘Tepuk Fokus’. Selain itu, penggunaan Kahoot memungkinkan siswa untuk melatih kosakata melalui kuis interaktif yang menumbuhkan semangat kompetisi sehat.
Kolaborasi Aplikasi dan Tim
Dengan kombinasi media digital dan dukungan tim dosen yang kompeten, terdiri dari Lilia Indriani, Candradewi Wahyu Anggraeni, dan Rini Estiyowati Ikaningrum, serta dibantu 12 mahasiswa Untidar Magelang dan metode interaktif, program ini diharapkan meningkatkan keterampilan Bahasa Inggris.
“Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk dukungan kami untuk siswa sekolah dasar dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Karena ini akan menjadi pelajaran wajib,” terang Lilia Indriani, Ketua Pengabdian Kemitraan Masyarakat 2026.
“Penggunaan media digital dan kecerdasan artifisial juga menjadi highlight utama, yang merupakan bentuk digitalisasi pendidikan,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala SD Negeri Gelangan 3 Kota Magelang, Bambang Budipriyantono, menyambut baik pelaksanaan program DEYL ini. Menurutnya, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran dapat menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, menarik, dan menyenangkan bagi siswa sekolah dasar.

“Kami mendukung penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran. Melalui media digital, siswa menjadi lebih aktif dan antusias dalam mengikuti kegiatan belajar,” ujarnya.
Dia juga berharap program ini dapat membantu siswa mengenal teknologi secara positif sejak dini sekaligus mengubah pandangan bahwa belajar tidak selalu harus berlangsung secara konvensional.
“Kami berharap siswa semakin akrab dengan teknologi yang bermanfaat untuk pembelajaran. Selain itu, mereka dapat merasakan bahwa belajar Bahasa Inggris bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan dan tidak membosankan,” jelasnya.
Kegiatan tersebut dijadwalkan selama enam kali pertemuan. Melalui berbagai rangkaian kegiatan. Siswa mendapatkan kesempatan untuk belajar secara bertahap dengan materi yang disusun sesuai fase pembelajaran siswa. Selama pendampingan berlangsung, siswa antusias atas metode pembelajaran digital yang digunakan oleh tim pengabdian.
Melalui dukungan ini, Tim Pengabdian Kemitraan Masyarakat Untidar Magelang 2026 berharap dapat menjadi awal dari pembelajaran digital dan menggunakan kecerdasan artifisial untuk membantu guru mengajar, khususnya Bahasa Inggris di sekolah dasar Kota Magelang. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


