Advertisement
Peristiwa Daerah

Penyebab Kematian 3 Ekor Sapi di Pacitan Misterius, Tunggu Hasil Lab Sampai Kapan?

Tiga ekor sapi dan tiga kambing dilaporkan mati dalam waktu berdekatan di Desa Pelem. Penyebab kematian belum diketahui dan masih menunggu hasil uji laboratorium.

TIMES Indonesia,
Penyebab Kematian 3 Ekor Sapi di Pacitan Misterius, Tunggu Hasil Lab Sampai Kapan?
BBVet Wates Yogyakarta saat memeriksa sapi petani di Kabupaten Pacitan beberapa waktu lalu. (FOTO: Dok BBVet)
A-AA+

PACITAN Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pacitan (DKPP Pacitan) belum memastikan penyebab kematian enam ternak yang terdiri dari tiga sapi tiga kambing di Desa Pelem, Kecamatan Pringkuku. 

Sampelnya masih menjalani pemeriksaan laboratorium di Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates, Yogyakarta.

Advertisement

Kepala DKPP Pacitan, Sugeng Santoso, mengatakan hasil pemeriksaan hingga kini belum diterima pihaknya.

“Kalau tidak salah Selasa Minggu kemarin. Hasil blm keluar dari BBVet,” kata Sugeng saat dikonfirmasi, Rabu (10/6/2026).

Sebelumnya, tiga ekor sapi dan tiga kambing dilaporkan mati dalam waktu berdekatan di Desa Pelem. 

Penyebab kematian belum diketahui dan masih menunggu hasil uji laboratorium.

Menurut Sugeng, pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah kematian ternak berkaitan dengan penyakit tertentu atau faktor lain.

Advertisement

“Ternak yang mati terdiri dari pedet, sapi dara, sapi induk, serta kambing. Penyebabnya apa, belum kami ketahui,” ujarnya.

DKPP juga belum mengaitkan kasus tersebut dengan fenomena bediding atau cuaca dingin yang terjadi di sejumlah wilayah Pacitan dalam beberapa waktu terakhir.

Meski demikian, Sugeng mengatakan suhu udara rendah dapat memengaruhi kondisi ternak berkuku, terutama ternak muda dan hewan yang dipelihara di kandang terbuka.

“Bisa mempengaruhi. Tapi menurut saya bukan faktor utama. Karena cuaca yang dingin bisa menyebabkan stres. Kemudian kandang yang terbuka juga menyebabkan angin masuk sehingga ternak bisa kedinginan, utamanya untuk ternak baru lahir atau ternak muda,” jelasnya.

Selain faktor cuaca, DKPP juga masih membuka kemungkinan penyebab lain, termasuk penyakit hewan. Namun, pihaknya belum menyampaikan dugaan tertentu sebelum hasil laboratorium diterima.

Petugas kesehatan hewan saat ini masih melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan kematian ternak susulan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Yusuf Arifai
PenulisYusuf ArifaiMagister Ilmu Hukum (MH) Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Wartawan Madya Nomor 21969-Unitomo/Wdya/DP/X/2024/21/10/93, Editor Bahasa Arab dan Penulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2021.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia