Embun Es Turun Lebih Awal di Kawasan Dieng Banjarnegara, Suhu Minus 2 Derajat Celcius
Berdasarkan pantauan TIMES Indonesia, saat ini mulai banyak wisatawan dan petualang alam mulai berdatangan ke kawasan Dieng Banjarnegara untuk menyaksikan langsung hamparan es dan sensasi suhu minus.
BANJARNEGARA – Fenomena embun es atau frost di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara tampaknya datang lebih awal pada tahun ini.
Kemunculan pertama embun es Dieng dimulai pada Mei 2026. Namun hanya terjadi satu kali pada 7 Mei di sekitar Candi Arjuna dan Lapangan Pandawa.
Dan ini tentu menjadi kabar baik bagi wisatawan yang penasaran dengan fenomena alam Dataran Tinggi Dieng (DTD) Banjarnegara.
Berdasarkan pantauan TIMES Indonesia, saat ini mulai banyak wisatawan dan petualang alam mulai berdatangan ke kawasan Dieng Banjarnegara untuk menyaksikan langsung hamparan es dan sensasi suhu minus.
Jangan lupa wisatawan juga dapat memantau cuaca dengan mengakses aplikasi Stasiun Cuaca Dieng melalui ponsel Android.
Aryadi Darwanto, pembuat aplikasi pengukur suhu permukaan tanah Dieng saat dihubungi TIMES Indonesia, Rabu (10/6/2026) menyebut pada bulan Juni ini, sudah beberapa kali turun Embun es.
Pertama terjadi pada tanggal 7 dan berlangsung sampai hari ini. Hingga tanggal 10, sudah 4 hari berturut-turut Embun es menyelimuti kawasan Candi Dieng.
Tanda Kemunculan Embun Es

Aryadi Darwanto yang juga sebagai arkeolog menjelaskan, tanda - tanda kemunculan embun es, sudah terlihat di hari sabtu tanggal 6 juni 2026.
Saat itu kelembaban udara di dieng turun drastis ke angka 22% sampai 26% dan udara terasa sangat kering. "Biasanya embun es muncul saat kelembaban udara turun drastis menjadi kering," ujarnya.
Karena saat lembab, lanjut Aryadi masih terjadi pembentukan awan dan kabut. "Embun es kemarin dan hari ini suhu yang tercatat di aplikasi cuaca dieng menyentuh minus 2 derajat celcius," jelasnya.
Sedangkan untuk embun es kemarin, yakni pada Selasa, tanggal 9, kemunculan embun es sampai ke desa Sikunang, yang berjarak sekitar 2 km dari Dieng.
"Dengan kondisi cuaca cerah seperti sekarang dengan kecepatan angin di pagi hari 2km/jam dan berdasar data cuaca di website Ventusky.com, kemungkinan embun es masih terjadi sampai hari Jumat, hari Minggu dan minggu depan," jelasnya lagi.
Berdasarkan data yang tersaji di website Venstusky, memperlihatkan sampai minggu depan, area Dieng cerah dan kecepatan angin di pagi hari maksimal 6km/jam.
Ini menandakan bahwa embun upas akan terus turun dalam kurun waktu tersebut.
Sebelumnya, Drs Tursiman MSi, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Banjarnegara menyampaikan, fenomena alam embun es di DTD menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
"Kunjungan wisatawan menunjukan tren kenaikan saat turun embun es di Dieng Banjarnegara," ujarnya.
Sementara sejumlah wisatawan lokal asal Kota Banjarnegara menyampaikan penasaran ingin segera menikmati keindahan alam Dieng tertutup es.
"Kami dan keluarga sudah lama merencanakan berkunjung ke Dieng saat turun embun es," ujar Teguh, asal Purwanegara, Banjarnegara. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


