Pedas Puas Festival 2026 Gaet 39 Ribu Pengunjung, Transaksi Rp2,6 M via QRIS
Pedas Puas Festival 2026 di GOR Segiri Samarinda gaet 39 ribu pengunjung, transaksi QRIS Rp2,6 miliar, dorong UMKM lokal dan percepatan pembayaran digital.
SAMARINDA – Selama tujuh hari tujuh malam, Lapangan Parkir GOR Segiri Samarinda dipadati pencinta kuliner pedas. Pedas Puas Festival 2026 yang berlangsung pada 1-7 Juni 2026 sukses menarik sekitar 39 ribu pengunjung dan mencatat transaksi melalui QRIS mencapai Rp2,6 miliar.
Festival yang digagas Seven Promosindo bersama Project Main dan dipersembahkan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kalimantan Timur itu menghadirkan konsep berbeda melalui dua tenant utama, yakni Tenant Pedas dan Tenant Pemadam Kepedasan. Setiap hari, festival dibuka pukul 16.00 hingga 22.00 Wita.
Pedas Puas Festival 2026 mengusung inisiatif "Semangat Baik", sebuah inisiatif yang dihadirkan oleh Seven Promosindo dan Project Main sebagai wujud komitmen untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat.
Melalui pelibatan UMKM lokal dari Samarinda dan berbagai daerah di Kalimantan Timur, festival ini menjadi wadah kolaborasi yang memperluas akses pasar, meningkatkan eksposur produk lokal, serta menciptakan peluang usaha yang lebih besar bagi para pelaku UMKM.
Komitmen tersebut tercermin dari total transaksi yang tercatat selama penyelenggaraan acara, yaitu mencapai Rp2,6 miliar melalui QRIS. Angka ini menunjukkan bahwa Pedas Puas Festival tidak hanya menjadi destinasi kuliner dan hiburan, tetapi juga berperan sebagai penggerak ekonomi lokal yang memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan dan keberlanjutan usaha para pelaku UMKM.

Selama penyelenggaraan festival, kampanye digitalisasi pembayaran bertajuk "Yok Etam Pakai QRIS" turut digaungkan dengan dukungan bank partner BCA sebagai penyedia layanan pembayaran digital yang membantu kelancaran transaksi non-tunai di seluruh tenant. Hasilnya, transaksi QRIS di seluruh tenant mencapai Rp2,6 miliar dengan frekuensi transaksi sebanyak 36 ribu transaksi yang terjadi sepanjang acara, menunjukkan tingginya adopsi pembayaran digital oleh pengunjung dan tenant selama festival berlangsung.
Beragam kegiatan turut memeriahkan festival tersebut. Setiap hari pukul 17.00 Wita digelar kompetisi makan pedas "Perempuan Paling Hot Pedas" yang dipersembahkan 3S De Parfum. Sementara pada pukul 19.00 Wita, pengunjung disuguhi kompetisi makan pedas "Pencarian Dewa Pedas" yang dipersembahkan Honda ADV 160.
Sebagai bentuk apresiasi kepada para pelaku usaha yang berpartisipasi, panitia juga menyerahkan penghargaan kepada tenant dengan performa terbaik selama festival berlangsung.
Penghargaan kategori transaksi terbanyak diraih Istoriya Cafe. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Asisten Direktur KPw BI Kaltim, Setya Dodi Ermawan.
Untuk kategori frekuensi transaksi QRIS tertinggi, juara pertama diraih Jeruk Lokal. Penghargaan juga diserahkan Asisten Direktur KPw BI Kaltim, Setya Dodi Ermawan. Posisi kedua ditempati Selalu Teh yang menerima penghargaan dari Pimpinan Cabang BCA Samarinda, Ade Bachtiar. Adapun posisi ketiga diraih Kanisha Kitchen dengan penghargaan yang diserahkan Founder CPS, Celni Pita Sari.
Sementara itu, penghargaan sebagai tenant terpedas diberikan kepada Mie Pedas Chili Oil by Dapur April. Penghargaan tersebut diserahkan oleh perwakilan Pedas Puas Festival, Christian Suwandi.
“Semangat yang diusung dalam festival ini adalah menghadirkan dampak positif bagi masyarakat melalui penguatan ekonomi lokal. Pelibatan UMKM dari Samarinda dan berbagai daerah di Kaltim menjadi bagian dari komitmen tersebut,” ujar Marketing Manager Event Amadhea Putri Namira kepada TIMES Indonesia Rabu (10/6/2026).
Capaian transaksi QRIS yang menembus Rp2,6 miliar dan frekuensi QRIS hingga 65rb frekuensi menjadi bukti bahwa Pedas Puas Festival bukan sekadar pesta kuliner. Festival ini juga berperan sebagai penggerak aktivitas ekonomi daerah yang memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha lokal.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat serta besarnya perputaran ekonomi yang tercipta, Pedas Puas Festival 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu festival kuliner di Samarinda yang mampu menghadirkan hiburan, mendorong pertumbuhan UMKM lokal, dan mengakselerasi adopsi transaksi digital dalam satu perhelatan.
Melanjutkan semangat baik tersebut, Seven Promosindo dan Project Main akan kembali menghadirkan ajang kuliner berikutnya, yaitu Samarinda Food Week, yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026.
“Nantikan kami pada tahun ini di September tahun ini dengan event kuliner yang serupa bernama Samarinda Food Week,” tutup Amandhea Putri Namira. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


