Kembalikan Fungsi Adat, Polres Tanah Datar Ajak Masyarakat Lawan Narkoba dan Penyakit Sosial
Polres Tanah Datar menggencarkan pendekatan budaya Minangkabau untuk menangkal narkoba dan kenakalan remaja.

TANAH DATAR – Di tengah gempuran tantangan zaman, narkoba, kenakalan remaja, dan berbagai penyakit sosial mulai menggerogoti tatanan kehidupan masyarakat Tanah Datar.Menyadari penindakan hukum saja tidak cukup, Polres Tanah Datar memilih jalan kembali ke akarnya yaitu menghidupkan nilai-nilai luhur budaya Minangkabau sebagai benteng pertahanan.
Langkah ini dibahas secara mendalam dalam Diskusi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat yang digelar di Masjid Mustaqim, Kecamatan Lima Kaum, pada Rabu (10/6/2026).
Turut hadir pada acara tersebut perwakilan wali nagari, ninik mamak, FKPM, Linmas, dan pemangku kepentingan dari berbagai lapisan.
Kapolres Tanah Datar AKBP Dr. Nur Ichsan Dwi Septiyanto menyampaikan fakta memprihatinkan dari 240 penghuni lembaga pemasyarakatan asal daerah ini, mayoritas tersangkut kasus narkoba, bahkan diperkirakan masih ada sekitar 100 kilogram narkoba yang beredar di Sumatera Barat, termasuk Tanah Datar, mengancam merusak masa depan anak muda.
“Kami tidak ingin hanya menangkap dan menghukum, Itu baru bekerja di hilir. Masalah harus dicegah dari akarnya, kami lelah melihat anak kemenakan, bahkan anak di bawah umur, harus berurusan dengan hukum,” ujarnya.
Ia mengingatkan kembali falsafah hidup yang telah diwariskan turun-temurun “Anak dipangku, kemenakan dibimbing, orang kampung dipatenggang”.
Menurutnya, nilai ini harus dihidupkan kembali agar semboyan Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah tidak sekadar menjadi ungkapan kosong.
Kapolres mengusulkan langkah nyata penguatan aturan adat, penyusunan payung hukum untuk keputusan adat, dialog antargenerasi, serta menghidupkan kembali Gerakan Babaliak ka Surau sebagai wadah pembinaan karakter.
Pemerintah daerah memberikan dukungan penuh, Kepala Kesbangpol, Mukhlis menilai pendekatan ini sangat tepat.
“Masyarakatlah yang paling tahu kondisi lingkungannya, dengan melibatkan mereka dan menghidupkan adat, pertahanan kita akan jauh lebih kuat,” katanya.
Forum ini menjadi bukti kesepahaman bersama, menjaga Tanah Datar tidak bisa dilakukan sendirian melainkan dengan kerja sama semua pihak agar Luhak Nan Tuo tetap terjaga aman, beradat, dan bermartabat. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


