Advertisement
Peristiwa Daerah

Polda Sulteng Gandeng Kampus Perkuat Benteng Generasi Muda Hadapi Ancaman Narkoba

Polda Sulteng gandeng Universitas Tadulako lewat FGD peran aparat dan kampus dalam pencegahan serta penanganan narkoba, dorong sinergi edukasi, penegakan hukum, dan pembinaan generasi muda.

TIMES Indonesia,
Polda Sulteng Gandeng Kampus Perkuat Benteng Generasi Muda Hadapi Ancaman Narkoba
Suasana Focus Group Discussion (FGD) Polda Sulawesi Tengah bersama civitas akademika Universitas Tadulako dalam membahas strategi pencegahan dan penanganan narkoba,Kamis(11/6/2026). (Foto:Dok.Humas Polda for TIMES Indonesia)
A-AA+

PALU Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Polda Sulteng) mendorong keterlibatan perguruan tinggi dalam upaya pencegahan dan penanganan penyalahgunaan narkotika. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Peran Aparat Penegak Hukum Dalam Pencegahan dan Penanganan Narkoba” yang berlangsung di Auditorium Fakultas Teknik Universitas Tadulako (Untad), Kamis (11/06/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tengah Brigjen Pol Nasri yang diwakili Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Sulteng Kombes Pol Pribadi Sembiring sebagai narasumber.

Advertisement

FGD ini mempertemukan unsur kepolisian, akademisi, tokoh masyarakat, serta civitas akademika Untad untuk membahas langkah strategis dalam menghadapi ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Polda sulteng - 2

Dalam kegiatan itu, Dirresnarkoba didampingi Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Sulteng Kombes Pol Dr. Sirajuddin Ramly yang juga menjabat sebagai Kaposko Pusat Studi Kepolisian Universitas Tadulako.

Sejumlah pihak turut hadir, di antaranya Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah Prof. Zainal Abidin, Rektor Universitas Tadulako Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN.Eng., para dekan, dosen, mahasiswa, serta tamu undangan lainnya.

Dalam pemaparannya, Kombes Pol Pribadi Sembiring menyampaikan bahwa pemberantasan narkoba membutuhkan keterlibatan berbagai pihak dan tidak hanya mengandalkan langkah penegakan hukum.

Advertisement

Ia menilai lingkungan perguruan tinggi memiliki posisi penting dalam membangun pemahaman generasi muda terkait dampak buruk narkoba sekaligus membentuk karakter yang mampu menolak penyalahgunaan narkotika.

Menurutnya, kampus dapat menjadi pusat edukasi dan penguatan kesadaran masyarakat melalui kegiatan akademik maupun pengabdian kepada masyarakat.

Sementara itu, Dirbinmas Polda Sulteng Kombes Pol Dr. Sirajuddin Ramly mengatakan FGD tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama antara kepolisian dan dunia pendidikan.

“Melalui forum diskusi seperti ini, kita dapat menyatukan pemikiran, pengalaman, dan perspektif dari berbagai pihak untuk merumuskan langkah-langkah yang lebih efektif dalam mencegah serta menangani permasalahan narkoba. Kampus memiliki peran yang sangat strategis sebagai pusat pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Polda sulteng - 1

Ia menambahkan, keterlibatan aparat penegak hukum di lingkungan kampus merupakan bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, terutama kalangan generasi muda.

“Kami berharap FGD ini tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga mampu menghasilkan rekomendasi dan langkah nyata yang dapat diimplementasikan bersama. Sinergi antara kepolisian, perguruan tinggi, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen bangsa sangat penting untuk mewujudkan Sulawesi Tengah yang bersih dari narkoba serta menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” pungkasnya.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia