Kreasi Kruistik Soleha asal Banyumas, Inspirasi Karya dari Rumah
Rajutannya bukan sekadar hiasan dinding. Ia adalah simbol ketekunan, kreativitas, dan optimisme.
BANYUMAS – Inspirasi tentang bagaimana hidup terus berkelanjutan, ternyata bisa ditemukan dari tempat yang sederhana. Salah satunya datang dari Desa Karangrau, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas.
Di rumahnya yang sederhana, Soleha tekun merajut benang demi benang hingga menjadi karya seni bermotif masjid yang indah. Aktivitas yang awalnya hanya menjadi pengisi waktu luang tersebut kini menghadirkan pesan penting tentang kesabaran, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan.
"Saya merajut kalau pekerjaan rumah sudah selesai. Daripada waktunya terbuang, lebih baik digunakan untuk membuat sesuatu yang bermanfaat," ujar Soleha kepada TIMES Indonesia, Jumat (12/6/2026).
Karya rajut yang dibuatnya membutuhkan waktu yang tidak singkat. Untuk menyelesaikan satu hiasan dinding bermotif masjid, Soleha membutuhkan waktu sekitar satu bulan. Puluhan warna benang dipadukan dengan ketelitian tinggi hingga menghasilkan karya yang memiliki nilai seni sekaligus motivasi spiritual.
Di era ketika masyarakat semakin terbiasa dengan produk instan dan budaya konsumsi cepat, aktivitas merajut menghadirkan perspektif berbeda. Setiap karya lahir dari proses panjang yang mengajarkan kesabaran, ketelitian, dan penghargaan terhadap sebuah hasil kerja.

Bagi pemerhati lingkungan, pola hidup seperti ini sejalan dengan semangat keberlanjutan. Produk kerajinan tangan cenderung memiliki umur pakai lebih panjang dan tidak mudah menjadi sampah dibandingkan barang dekorasi yang diproduksi secara massal.
Lebih dari itu, kerajinan rumahan juga menunjukkan bahwa kreativitas dapat tumbuh tanpa harus menghasilkan dampak lingkungan yang besar.
Selain menghasilkan karya seni, kegiatan merajut juga memberikan manfaat bagi kesehatan mental. Aktivitas tersebut membantu menjaga fokus, melatih kesabaran, serta menjadi sarana relaksasi di tengah rutinitas sehari-hari.
Bagi Soleha, merajut bukan hanya soal menghasilkan pajangan dinding, tetapi juga cara menjaga semangat untuk terus belajar dan berkarya.
Semangat seperti inilah yang menjadi modal penting dalam membangun ketahanan keluarga dan masyarakat. Ketika seseorang memiliki aktivitas positif dan produktif, maka lingkungan sosial di sekitarnya pun ikut memperoleh manfaat.
Kisah Soleha juga memperlihatkan besarnya potensi ekonomi kreatif yang tumbuh dari desa. Produk rajut bernilai seni tinggi memiliki peluang untuk berkembang menjadi suvenir khas daerah maupun produk unggulan usaha mikro.

Banyumas juga dikenal memiliki banyak pelaku usaha kreatif berbasis rumah tangga. Jika didukung pelatihan, pemasaran digital, dan jejaring komunitas, karya-karya seperti milik Soleha berpotensi membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Di tengah upaya mendorong pembangunan berkelanjutan, kerajinan tangan menjadi salah satu contoh nyata bahwa pertumbuhan ekonomi dapat berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan.
Apa yang dilakukan Soleha mungkin terlihat sederhana. Namun dari tangan seorang ibu rumah tangga di Desa Karangrau ini, tersimpan pesan besar tentang bagaimana perubahan dapat dimulai dari rumah.
Rajutannya bukan sekadar hiasan dinding. Ia adalah simbol ketekunan, kreativitas, dan optimisme. Di tengah berbagai tantangan lingkungan yang dihadapi dunia saat ini, kisah Soleha menunjukkan bahwa setiap orang dapat berkontribusi melalui langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


