Kesehatan Remaja dan Perempuan Jadi Fokus Pemkot Mojokerto Sambut Indonesia Emas 2045
Pemkot Mojokerto memperkuat kesehatan remaja dan perempuan melalui seminar kesehatan reproduksi, pencegahan anemia, serta deteksi dini kanker leher rahim sebagai bagian dari persiapan Indonesia Emas 2045.
Mojokerto – Pemkot Mojokerto terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui berbagai program kesehatan yang menyasar remaja dan perempuan. Langkah ini dinilai penting karena generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045 tidak hanya membutuhkan pendidikan yang baik, tetapi juga kondisi kesehatan yang optimal sejak dini.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Workshop Penyakit Tidak Menular, Seminar Kesehatan Reproduksi Remaja, serta Seminar Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dan Sosialisasi Pemeriksaan HPV DNA yang digelar di Mal Pelayanan Publik (MPP) Gajah Mada, Jumat (12/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Mojo Health Fest dalam peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Mojokerto.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan bahwa kesehatan reproduksi merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Menurutnya, upaya mencetak generasi emas harus dimulai dari peningkatan kesadaran kesehatan di kalangan remaja.
"Tujuan nasional untuk mencetak SDM emas menuju tahun 2045 harus dimulai dari sekarang. Remaja-remaja kita harus sehat dalam reproduksinya. Karena kalau semuanya sehat reproduksinya, maka ke depan juga akan bisa melahirkan generasi-generasi yang sehat dan berkualitas," ujar Ning Ita, sapaan akrabnya.
Data Pemerintah Kota Mojokerto menunjukkan sekitar 23.300 jiwa atau 17 persen dari total penduduk merupakan kelompok usia remaja. Kondisi tersebut menjadi alasan penting bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat edukasi dan pembinaan kesehatan sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan daerah dan bangsa.
Selain kesehatan reproduksi, Ning Ita juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan sejak usia muda, termasuk mencegah anemia pada remaja putri yang dapat berdampak pada konsentrasi belajar, produktivitas, hingga kesehatan saat memasuki usia dewasa.
Kegiatan yang melibatkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dinas Kesehatan PPKB, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, puskesmas, serta berbagai sekolah di Kota Mojokerto itu memberikan pemahaman tentang kesehatan reproduksi, pola hidup sehat, dan pencegahan berbagai risiko penyakit sejak dini.
"Anak-anak harus mulai paham sejak sekarang bagaimana menjaga kesehatan dirinya, termasuk kesehatan reproduksinya. Dari pemahaman itu, mereka nantinya dapat menjadi generasi yang sehat, berkualitas, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045," katanya.
Sementara itu, perhatian terhadap kesehatan perempuan juga menjadi fokus Pemerintah Kota Mojokerto melalui seminar deteksi dini kanker leher rahim dan sosialisasi pemeriksaan HPV DNA yang dibuka Wakil Wali Kota Mojokerto, Rachman Sidharta Arisandi atau Cak Sandi.
Menurutnya, perempuan memiliki peran besar dalam keluarga maupun masyarakat, tetapi sering kali mengabaikan kesehatan dirinya sendiri karena lebih mengutamakan kebutuhan orang lain.
"Perempuan itu luar biasa kuat. Mengurus rumah tangga, mendampingi anak, merawat orang tua, bahkan bekerja. Namun justru karena merasa kuat, kesehatan diri sendiri sering kali diabaikan. Kalau sakit, periksanya nanti saja, menunggu ada waktu luang atau menunggu keluhan bertambah berat," ujarnya.
Ia mengajak masyarakat untuk mengubah pola pikir tersebut dengan lebih peduli terhadap kesehatan melalui pemeriksaan berkala. Menurutnya, langkah preventif dan deteksi dini jauh lebih baik dibandingkan harus menghadapi penyakit pada stadium lanjut.
"Lebih baik tahu lebih awal daripada terlambat menyesal. Jangan menunggu sakit untuk memeriksakan diri," tegasnya.
Cak Sandi juga menyoroti pentingnya vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) yang kini menjadi program bagi anak usia sembilan tahun sebagai upaya pencegahan kanker leher rahim. Selain itu, pemeriksaan HPV DNA dinilai sebagai terobosan penting karena mampu mendeteksi risiko kanker lebih dini dan lebih akurat.
Upaya deteksi dini yang dilakukan Pemkot Mojokerto menunjukkan hasil positif. Pada 2024, sebanyak 6.288 perempuan menjalani skrining kanker leher rahim. Angka tersebut meningkat menjadi 8.718 perempuan pada 2025. Hingga Mei 2026, jumlah skrining telah mencapai 4.228 perempuan sehingga total pemeriksaan selama tiga tahun terakhir mencapai sekitar 19.244 perempuan.
Meski demikian, masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin karena rasa takut, malu, atau merasa dirinya sehat. Karena itu, Cak Sandi mengajak para kader kesehatan, organisasi perempuan, dan masyarakat untuk menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing.
"Saya berharap ibu-ibu yang hadir hari ini tidak hanya menjadi peserta seminar, tetapi juga menjadi penggerak di lingkungan masing-masing. Ajak saudara, tetangga, dan masyarakat sekitar untuk bersama-sama melakukan pemeriksaan. Jangan takut periksa, jangan menunggu gejala, dan jangan merasa sendiri," pesannya.
Melalui berbagai program edukasi, skrining kesehatan, dan deteksi dini tersebut, Pemerintah Kota Mojokerto berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan terus meningkat.
"Sayangi diri, lindungi keluarga, dan selamatkan masa depan. Jangan menunggu sakit untuk peduli. Lebih baik tahu lebih awal agar kita dapat bertindak lebih cepat," pungkas Cak Sandi.
Kegiatan yang diikuti para ibu dan perwakilan organisasi perempuan di Kota Mojokerto itu menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan masyarakat yang sehat sekaligus mendukung pembangunan generasi berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


