Susur Sungai Cara Petugas Gabungan Kota Batu Cegah Bencana Sebelum Terlambat
Pemkot Batu bersama BPBD, relawan, dan warga melakukan susur sungai serta pembersihan Sungai Sumber Darmi di Coban Rais untuk mengurangi risiko banjir bandang dan longsor saat musim hujan. (159 karakter)
BATU – Pemerintah Kota Batu terus memperkuat upaya mencegah terjadinya bencana hidrometeorologi. Sejumlah petugas gabungan turun langsung melakukan susur sungai sekaligus pembersihan material sisa banjir bandang di kawasan Sungai Sumber Darmi, Coban Rais, Dusun Dresel, Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Batu, sebagai langkah mitigasi untuk mengurangi risiko bencana sejak dini.
Kegiatan yang digelar Minggu (14/6/2026) tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Perhutani, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), PMI, relawan, hingga masyarakat Desa Oro-oro Ombo dan Desa Tlekung.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, terutama saat intensitas hujan tinggi yang berpotensi memicu banjir bandang maupun longsor di wilayah hulu sungai.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu, Suwoko menegaskan bahwa bencana memang tidak dapat diprediksi kapan maupun di mana akan terjadi. Namun, berbagai upaya pencegahan harus terus dilakukan agar dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan.
"Bencana memang tidak dapat diprediksi kapan dan di mana datangnya. Namun kami percaya bahwa mencegah lebih baik daripada menanggulangi. Karena itu, kegiatan mitigasi seperti susur sungai dan pembersihan lokasi pascabanjir menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan bersama," ujarnya, Minggu (14/6/2026).
Dalam kegiatan yang dilakukan beberapa kali sejak kemarin, petugas menyisir sejumlah titik aliran sungai yang sebelumnya terdampak banjir bandang. Material berupa kayu, ranting, sampah hingga sedimentasi yang berpotensi menghambat aliran air menjadi fokus penanganan.
"Selain membersihkan jalur sungai, tim gabungan juga melakukan pemantauan kondisi tebing serta area sekitar aliran sungai guna mengidentifikasi titik-titik yang dinilai rawan memicu bencana saat musim hujan," ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan mitigasi tidak hanya bertujuan membersihkan sungai, tetapi juga menjadi sarana deteksi dini terhadap berbagai potensi ancaman yang dapat membahayakan masyarakat.
"Melalui kegiatan ini kami bisa melihat secara langsung kondisi sungai, mengidentifikasi hambatan aliran air, serta menentukan langkah-langkah penanganan yang perlu dilakukan sebelum terjadi bencana," katanya.
Wilayah Coban Rais dan sekitarnya diketahui menjadi salah satu kawasan yang memiliki karakteristik daerah aliran sungai dengan kontur lereng cukup curam. Kondisi tersebut membuat upaya pengawasan dan pemeliharaan lingkungan harus dilakukan secara berkala.
BPBD mengapresiasi keterlibatan seluruh pihak yang turut mendukung kegiatan mitigasi tersebut. Kolaborasi lintas instansi dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam membangun ketangguhan daerah terhadap ancaman bencana.
"Ke depan, kegiatan susur sungai dan pembersihan daerah aliran sungai akan terus didorong secara berkala sebagai bagian dari program mitigasi berkelanjutan," terangnya.
Pemerintah berharap langkah preventif tersebut mampu menekan risiko bencana sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat.
"Harapan kami kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga risiko bencana bisa diminimalisir dan masyarakat Kota Batu dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman," ucapnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


