Mantan Rektor UB Prof. Eka Afnan Troena Wafat, Pelopor Kelas Internasional di Universitas Brawijaya
Mantan Rektor Universitas Brawijaya periode 1998–2002, Prof. Eka Afnan Troena, meninggal dunia. Almarhum dikenal sebagai pelopor internasionalisasi dan perintis kelas internasional di UB.
MALANG – Kabar duka menyelimuti sivitas akademika Universitas Brawijaya (UB) Malang. Mantan Rektor Universitas Brawijaya periode 1998–2002, Prof. Dr. Eka Afnan Troena, S.E., meninggal dunia diusia 84 tahun, Minggu (14/6/2026) pagi pukul 07.51 WIB.
Kepergian akademisi senior kelahiran 12 agustus 1942 tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar UB dan dunia pendidikan tinggi Indonesia. Almarhum dikenal sebagai salah satu tokoh yang berperan penting dalam proses internasionalisasi Universitas Brawijaya pada awal era 2000-an.
Melalui unggahan resmi di media sosial, Universitas Brawijaya menyampaikan belasungkawa atas wafatnya sosok yang dinilai memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan kampus.
“Di zamannya, Universitas Brawijaya untuk pertama kali mulai berjejaring dengan dunia global, menerima mahasiswa asing di Fakultas Kedokteran,” tulis akun Instagram resmi UB, @univ.brawijaya.
Putra kedua almarhum, Eka Ananta Sidharta, mengatakan kontribusi sang ayah tidak hanya terlihat saat menjabat rektor, tetapi juga melalui berbagai gagasan yang masih dirasakan manfaatnya hingga kini.
Menurutnya, fondasi program kelas internasional di UB mulai dibangun ketika Prof. Eka memimpin kampus tersebut. Salah satu langkah penting yang dilakukan saat itu adalah menerima mahasiswa kedokteran asal Malaysia.
“Yang saya tahu, fondasi kelas internasional di UB dimulai ketika Bapak menjadi rektor, dengan diterimanya mahasiswa kedokteran dari Malaysia pada waktu itu,” ujarnya.
Dedikasi Prof. Eka di dunia pendidikan berlangsung sangat panjang. Ia diketahui telah mengajar di Universitas Brawijaya sejak sebelum tahun 1970 dan masih aktif mengajar di Program Pascasarjana hingga sekitar tiga hingga empat tahun lalu.
“Bapak mengajar dari sebelum 1970 sudah di UB, dan terakhir mengajar sekitar tiga hingga empat tahun lalu di program Pascasarjana,” kata Eka Ananta.
Prof. Eka Afnan Troena telah dimakamkan di TPU Samaan, Kota Malang, pada Minggu siang pukul 13.00 WIB. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi dunia pendidikan, khususnya bagi Universitas Brawijaya yang turut dibesarkan melalui pemikiran dan pengabdiannya selama puluhan tahun. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


