Advertisement
Peristiwa Daerah

Lestari Moerdijat: Lengger Banyumas Perkuat Karakter dan Kesadaran Kebangsaan Generasi Muda

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan pelestarian Lengger Banyumas bukan hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga memperkuat karakter, demokrasi, dan kesadaran kebangsaan generasi muda.

TIMES Indonesia,
Lestari Moerdijat: Lengger Banyumas Perkuat Karakter dan Kesadaran Kebangsaan Generasi Muda
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat (FOTO: MPR RI)
A-AA+

Purwokerto Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan bahwa pelestarian kesenian Lengger Banyumas tidak hanya bertujuan menjaga warisan budaya, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memperkuat karakter serta kesadaran kebangsaan generasi muda.

Pernyataan tersebut disampaikan saat kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat bertema Penguatan Demokrasi Substansi dan Etika Berbangsa yang dikemas dalam talkshow bertajuk Lengger Banyumas: Menjaga Warisan, Merawat Kesadaran Bangsa di Pendopo Sipanji, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (15/6/2026).

Advertisement

Acara tersebut turut dihadiri Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Sugeng Suparwoto, Andy F. Noya, serta sejumlah seniman, budayawan, dan masyarakat Banyumas.

Menurut Lestari, membicarakan Lengger Banyumas sejatinya tidak hanya membahas sebuah kesenian tradisional, tetapi juga upaya menjaga identitas dan kesadaran kebangsaan.

“Ketika kita bicara Lengger Banyumasan, sesungguhnya kita sedang bicara bagaimana kita menjaga warisan, dan lebih dari itu adalah upaya merawat kesadaran kebangsaan,” ujarnya.

Perempuan yang akrab disapa Rerie itu menilai budaya merupakan fondasi penting bagi kehidupan demokrasi. Menurutnya, demokrasi tidak akan berdiri kokoh tanpa ditopang akar budaya yang kuat.

Ia mengingatkan bahwa demokrasi kerap dipersempit hanya sebagai kontestasi politik, pemilu, atau perebutan kekuasaan. Padahal, demokrasi membutuhkan warga negara yang menghargai sesama, menghormati perbedaan, serta memiliki rasa memiliki terhadap budaya dan bangsanya.

Advertisement

“Demokrasi membutuhkan warga yang menghormati sesama, menghargai perbedaan, memiliki rasa terhadap budaya dan bangsanya. Ini semua adalah inti kebudayaan,” tegas Anggota Komisi X DPR RI tersebut.

Dalam kesempatan itu, Rerie juga mengutip Pasal 32 Ayat 1 UUD 1945 yang menegaskan kewajiban negara untuk memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia. Karena itu, ia menilai budaya tidak boleh dipandang sebagai pelengkap pembangunan semata.

“Budaya bukan sekadar pelengkap pembangunan, melainkan jiwa, napas, dan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan nasional,” katanya.

Lestari mengapresiasi para seniman dan budayawan Banyumas yang selama ini konsisten melestarikan Lengger Banyumas, termasuk menjaga nilai-nilai filosofi yang terkandung di dalamnya. Ia bahkan mendorong agar Lengger Banyumas dapat diajukan sebagai warisan budaya dunia.

Menurutnya, pengakuan terhadap Lengger sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional pada 2019 merupakan langkah penting yang perlu ditindaklanjuti dengan pengakuan di tingkat internasional.

“Pengakuan negara itu penting karena ini bukan sekadar catatan administratif, tetapi bentuk bahwa Lengger betul-betul menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan bangsa ini,” ujarnya.

Namun demikian, Rerie mengingatkan bahwa tantangan terbesar saat ini bukan hilangnya pertunjukan seni, melainkan memudarnya keterhubungan generasi muda dengan budaya yang diwariskan leluhurnya.

“Generasi muda tidak boleh kehilangan keterhubungan dengan budayanya. Karena dengan kehilangan hubungan dengan budaya, bangsa itu akan kehilangan memorinya,” tuturnya.

Karena itu, ia menekankan bahwa upaya pelestarian budaya tidak bisa hanya dibebankan kepada komunitas budaya dan para seniman. Menurutnya, diperlukan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat luas.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki akar kuat dan mampu membawa warisan budayanya tetap hidup di tengah perubahan zaman,” pungkasnya.

 

  1. Rerie: Demokrasi Tak Akan Kokoh Tanpa Akar Budaya yang Kuat

  2. Pelestarian Lengger Banyumas Dinilai Strategis Menjaga Identitas Bangsa

  3. Lestari Moerdijat Dorong Lengger Banyumas Jadi Warisan Budaya Dunia

  4. Rerie Ingatkan Generasi Muda Jangan Putus Hubungan dengan Budaya

Meta Deskripsi

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan pelestarian Lengger Banyumas bukan hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga memperkuat karakter, demokrasi, dan kesadaran kebangsaan generasi muda. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rochmat Shobirin
PenulisRochmat ShobirinPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2015. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia