Advertisement
Peristiwa Daerah

Momentum Tahun Baru Hijriah Sebagai Refleksi Perjalanan Kehidupan

Pergantian tahun baru Hijriah bukan sebatas perubahan penanggalan, tetapi momentum spiritual untuk manusia muhasabah diri, mengevaluasi perjalanan kehidupan satu tahun kebelakang, mengukur pencapaian, mengakui kekurangan, hingga menemukan hikmah dari

TIMES Indonesia,
Momentum Tahun Baru Hijriah Sebagai Refleksi Perjalanan Kehidupan
ILUSTRASI: Warek IV UIN Malang sebut tahun baru hijriah sebagai momentum muhasabah diri. (FOTO: Magnific)
A-AA+

MALANG Pergantian tahun baru Hijriah bukan sebatas perubahan penanggalan, tetapi momentum spiritual untuk manusia muhasabah diri, mengevaluasi perjalanan kehidupan satu tahun kebelakang, mengukur pencapaian, mengakui kekurangan, hingga menemukan hikmah dari setiap perjalanan yang dilalui. Hal tersebut yang diungkapkan oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H. M. Abdul Hamid, S.Ag., MA.

Ia menjelaskan bahwa kehidupan saat ini yang serba cepat, banyak orang dinilai lebih fokus menyusun rencana baru dibandingkan mengevaluasi pengalaman yang telah dilalui. Padahal, berbagai peristiwa yang terjadi pada masa lalu memiliki peran besar dalam membentuk karakter, pola pikir, dan keputusan seseorang saat ini.

Advertisement

“Kita begitu antusias menyusun rencana baru, tetapi kadang lupa membaca ulang catatan perjalanan yang telah kita tulis sepanjang tahun. Padahal, masa lalu menyimpan banyak pelajaran yang tidak selalu bisa ditemukan dalam buku, seminar, ataupun ruang kelas,” tulisnya dalam opini bertajuk “Tahun Lama yang Tetap Bermakna: Muhasabah Menyambut Tahun Baru Hijriah 1448”. 

Ia menganalogikan fenomena tersebut dengan konsep digital footprint atau jejak digital yang sulit dihapus. Sama halnya dengan kehidupan, setiap tindakan dan keputusan yang pernah dilakukan akan meninggalkan pengaruh serta konsekuensi yang dapat dirasakan pada masa berikutnya.

Maka dari itu, lanjutnya, masa lalu tidak dapat dipisahkan dari masa kini. Pengalaman hidup menjadi fondasi yang menentukan arah perjalanan seseorang, baik dalam kehidupan pribadi, sosial, maupun profesional.

Abdul Hamid
Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H. M. Abdul Hamid, S.Ag., MA. (FOTO: Humas UIN Malang for TI)

Prof. Abdul Hamid juga menambahkan bahwa orang yang tidak pernah mengevaluasi perbuatannya akan cenderung melakukan kesalahan yang sama. Sebaliknya, orang yang sering melakukan evaluasi akan menjadi pribadi lebih matang. 

Advertisement

Sementara itu, dalam perspektif Islam, lanjutnya, penting untuk mengambil pelajaran dari masa lalu melalui berbagai kisah yang termuat dalam Al-Qur’an. Sejarah dipandang bukan sekadar cerita, melainkan sarana pembelajaran untuk memahami konsekuensi dari setiap pilihan dan tindakan manusia.

Pengalaman hidup disebut sebagai salah satu sumber utama kebijaksanaan. Berbagai keberhasilan, kegagalan, ujian, hingga kehilangan dinilai mampu membentuk kedewasaan seseorang apabila dimaknai secara tepat.

“Setiap pribadi memiliki sejarahnya masing-masing, ada keberhasilan yang patut disyukuri. Ada kegagalan yang perlu dimaknai. Ada luka yang harus disembuhkan. Ada kesalahan yang perlu diperbaiki. Semua itu merupakan bagian dari perjalanan yang tidak boleh disia-siakan,” imbuhnya. 

Tambah Prof. Abdul Hamid, terdapat pepatah arab yang berbunyi “La hakiima illa dzu tajribah”, yang berarti tidak ada kebijaksanaan tanpa pengalaman, menggambarkan bahwa pengalaman hidup memiliki peran penting dalam membentuk cara pandang seseorang terhadap berbagai persoalan.

Ia juga menyoroti momentum tahun baru Hijriah menjadi ruang refleksi bagi para akademisi. Keberhasilan di lingkungan pendidikan tidak hanya diukur dari jumlah publikasi, capaian akademik, atau prestasi individu, tetapi juga dari sejauh mana ilmu pengetahuan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Selain akademisi, momentum ini juga refleksi bagi para pemegang jabatan dan amanah publik. Jabatan tidak hanya dipandang sebagai simbol keberhasilan, melainkan tanggung jawab yang harus dijalankan untuk menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia