Advertisement
Peristiwa Daerah

Kerontjong Pesisir 2026 di Bantul Gaungkan Senandung Muda-Mudi di Pantai Cangkring

Festival Kerontjong Pesisir 2026 di Pantai Cangkring hadirkan keroncong generasi muda, kolaborasi komunitas sastra dan janur, serta promosi UMKM lokal dalam satu rangkaian acara.

TIMES Indonesia,
Kerontjong Pesisir 2026 di Bantul Gaungkan Senandung Muda-Mudi di Pantai Cangkring
Ilustrasi - Poster Festival Kerontjong Pesisir 2026. (Foto: Dinas Pariwisata Bantul for TIMES Indonesia)
A-AA+

BANTUL Festival Kerontjong Pesisir 2026 kembali digelar oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul dengan mengusung tema "Gita Yuvaka-Yuvatinam" atau "Senandung Muda-Mudi".

 Kegiatan yang didukung Dana Keistimewaan tersebut akan berlangsung di Pantai Cangkring, Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan, pada Sabtu (20/6/2026) mulai pukul 10.00 WIB. Festival ini menjadi penyelenggaraan kelima sejak pertama kali digelar di Kabupaten Bantul.

Advertisement

Subkoordinator Kelompok Substansi Promosi Kepariwisataan Dinas Pariwisata Bantul, Markus Purnomo Adi, mengatakan tema tahun ini sengaja dipilih untuk menampilkan semangat generasi muda dalam melestarikan musik keroncong. 

Sejumlah kelompok musik keroncong muda yang tergabung dalam HAMKRI Bantul akan tampil memeriahkan acara, di antaranya Dapur Musik, Kharisma Keroncong, dan Keroncong Moeda Birama.

"Melalui tema Senandung Muda-Mudi, kami ingin menunjukkan bahwa musik keroncong tetap diminati dan dapat menjadi ruang kreativitas bagi generasi muda Bantul," kata Markus, Selasa (16/6/2026).

Selain pertunjukan musik, festival ini juga menghadirkan kolaborasi dengan berbagai komunitas kreatif di Bantul. Komunitas sastra akan menggelar workshop menulis puisi, geguritan, cerpen, dan cerkak yang dilanjutkan dengan pementasan sastra bertajuk OK Irama Baru Bersastra.

 Sementara itu, komunitas janur bersama Sahabat Difabel Janur akan memberikan edukasi pembuatan berbagai kerajinan berbahan janur.

Advertisement

Markus menambahkan, Kerontjong Pesisir 2026 juga menjadi ajang promosi produk UMKM lokal. Berbagai kuliner khas dan produk kreatif masyarakat akan ditampilkan selama acara berlangsung.

 "Masyarakat cukup membayar tiket masuk kawasan pantai sebesar Rp 15 ribu untuk menikmati pertunjukan keroncong, aktivitas komunitas, produk UMKM, sekaligus panorama Pantai Cangkring dalam satu rangkaian kegiatan," ujarnya.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Soni Haryono
PenulisSoni HaryonoSarjana Ekonomi UPN Veteran Yogyakarta (1993). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019. Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia