Advertisement
Peristiwa Daerah

Perumda Tirta Kanjuruhan Butuh Rp26 Miliar untuk Kembangkan SPAM Kaligoro

Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang masih menghadapi tantangan besar dalam memperluas layanan air bersih melalui Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kaligoro di wilayah Malang Selatan.

TIMES Indonesia,
Perumda Tirta Kanjuruhan Butuh Rp26 Miliar untuk Kembangkan SPAM Kaligoro
Jaringan utama SPAM Kaligoro Malang. (Dok. TIMES Indonesia)
A-AA+

Malang Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang masih menghadapi tantangan besar dalam memperluas layanan air bersih melalui Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kaligoro di wilayah Malang Selatan. Untuk mengembangkan jaringan distribusi ke masyarakat, perusahaan daerah itu membutuhkan tambahan anggaran sekitar Rp26 miliar.

Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang, Syamsul Hadi, mengatakan pembangunan jaringan utama SPAM Kaligoro sebenarnya telah selesai. Namun, pekerjaan besar yang kini harus dilakukan adalah membangun jaringan distribusi agar air bersih benar-benar dapat dinikmati masyarakat.

Advertisement

"SPAM Kaligoro itu untuk pembangunan jaringan utama sudah selesai. Tinggal sekarang pengembangan jaringan distribusi ke masyarakat, dan itu membutuhkan biaya yang sangat besar," kata Syamsul, Selasa (16/6/2026).

Ia menjelaskan, hasil survei menunjukkan bahwa untuk melayani dua kecamatan di kawasan Malang Selatan diperlukan investasi sekitar Rp26 miliar. Dengan anggaran tersebut, Perumda Tirta Kanjuruhan menargetkan dapat melayani sekitar 10 ribu sambungan rumah.

"Kami sudah melakukan survei. Untuk dua kecamatan itu masih membutuhkan Rp26 miliar untuk melayani 10 ribu sambungan rumah," ujarnya.

Syamsul mengakui pengembangan layanan air bersih di kawasan Malang Selatan tidak bisa dilakukan secara cepat. Selain keterbatasan kemampuan keuangan perusahaan, kondisi geografis dan sebaran rumah penduduk yang berjauhan juga menjadi tantangan tersendiri.

Menurut dia, karakteristik wilayah Malang Selatan berbeda dengan kawasan perkotaan yang permukimannya lebih padat sehingga biaya pembangunan jaringan lebih efisien.

Advertisement

"Berinvestasi di sana itu tidak mudah karena membutuhkan jaringan yang luas, jaringan yang panjang, dan operasional yang tinggi. Kalau di kota satu RT atau satu kelurahan rumahnya berdekatan. Tapi kalau di sana bisa 100 sampai 200 meter baru ada rumah lagi. Ini yang membutuhkan waktu," jelasnya.

SPAM Kaligoro sendiri berlokasi utama di Desa Druju dan Desa Ringinsari, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Proyek tersebut dibangun untuk mendukung penyediaan air bersih bagi masyarakat Malang Selatan yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses.

Karena itu, Perumda Tirta Kanjuruhan terus menjalin komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Malang agar pengembangan jaringan bisa mendapat dukungan melalui penyertaan modal.

"Kami akan selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah, meminta support dari penyertaan modal untuk membangun jaringan," ujar Syamsul.

Ia mengungkapkan, pada awalnya perusahaan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp10 miliar untuk pengembangan jaringan. Namun akibat adanya penyesuaian anggaran daerah, dana yang diterima tahun ini diperkirakan hanya sekitar Rp4 miliar.

"Kalau pemerintah daerah ini sangat tergantung kemampuan APBD. Tahun ini sebenarnya kami dialokasikan Rp10 miliar, tetapi karena ada anggaran yang dipangkas, insya Allah kami dapat Rp4 miliar. Itu mungkin hanya cukup untuk satu desa," katanya.

Meski demikian, Syamsul memastikan Perumda Tirta Kanjuruhan tetap berkomitmen memberikan layanan terbaik bagi masyarakat Malang Selatan. Pengembangan jaringan akan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran yang tersedia.

"Ini memang membutuhkan waktu sehingga masyarakat harus sabar. Tapi bukan berarti kami tidak melayani. Kami tetap siap memberikan layanan terbaik untuk masyarakat," pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Achmad Fikyansyah
PenulisAchmad FikyansyahSarjana Sastra Inggris (S.S) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Bergabung ke TIMES Indonesia sejak Maret 2023. Meliput berbagai topik, utamanya pendidikan dan ekonomi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia