Advertisement
Peristiwa Daerah

Fraksi Gerindra Kota Malang Dukung Evaluasi MBG, Rimzah: Perbaiki agar Manfaatnya Makin Optimal

Fraksi Gerindra DPRD Kota Malang mendukung langkah pemerintah pusat melakukan evaluasi dan penyempurnaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun Koperasi Merah Putih.

TIMES Indonesia,
Fraksi Gerindra Kota Malang Dukung Evaluasi MBG, Rimzah: Perbaiki agar Manfaatnya Makin Optimal
Wakil Ketua DPRD Kota Malang, Rimzah saat ditemui awak media. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)
A-AA+

MALANG Fraksi Gerindra DPRD Kota Malang mendukung langkah pemerintah pusat melakukan evaluasi dan penyempurnaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun Koperasi Merah Putih. Evaluasi itu dinilai sebagai bagian penting untuk memastikan program prioritas nasional tersebut berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.

Dukungan tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Malang dari Fraksi Gerindra, Rimzah, menyikapi berbagai masukan dan kritik yang berkembang di masyarakat, termasuk aspirasi yang disampaikan mahasiswa dalam aksi yang berlangsung di Kota Malang, Senin (15/6/2026).

Advertisement

Menurut Rimzah, setiap program berskala nasional yang menyasar jutaan masyarakat tentu membutuhkan proses evaluasi berkelanjutan. Karena itu, berbagai catatan yang muncul selama pelaksanaan seharusnya dipandang sebagai bahan perbaikan untuk meningkatkan kualitas program, bukan dijadikan alasan untuk menghentikannya.

“Pada prinsipnya saya mendukung penuh Program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Merah Putih. Jika terdapat berbagai catatan dalam pelaksanaannya, maka yang perlu dilakukan adalah evaluasi dan penyempurnaan agar manfaat program dapat dirasakan secara lebih optimal oleh masyarakat,” ujarnya.

Program MBG menjadi salah satu program strategis pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah. Program tersebut juga diharapkan menjadi instrumen penting dalam upaya menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

Sementara itu, Koperasi Merah Putih didorong sebagai instrumen penguatan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan koperasi yang lebih modern, profesional, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput.

Rimzah menilai kedua program tersebut memiliki tujuan yang baik karena menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Karena itu, apabila ditemukan kendala dalam pelaksanaan, langkah yang tepat adalah melakukan pembenahan tata kelola dan mekanisme implementasi.

Advertisement

“Program besar tentu memerlukan penyesuaian. Yang terpenting adalah komitmen pemerintah untuk terus memperbaiki sehingga manfaatnya benar-benar bisa dirasakan masyarakat secara luas,” katanya.

Saat ini, Badan Gizi Nasional (BGN) memang tengah melakukan penghentian sementara pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis untuk kepentingan evaluasi menyeluruh. Langkah tersebut dilakukan guna memperkuat standar operasional, melakukan audit tata kelola, serta menyempurnakan skema kerja sama dengan mitra pelaksana di lapangan.

Pemerintah menegaskan bahwa penghentian tersebut bersifat sementara dan bukan penghentian permanen. Evaluasi dilakukan agar pelaksanaan program pada tahap berikutnya dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Bagi Rimzah, keputusan pemerintah melakukan evaluasi justru menunjukkan adanya sikap terbuka terhadap kritik dan aspirasi publik. Ia menilai pemerintah pusat menunjukkan keseriusan untuk mendengarkan berbagai masukan yang berkembang di daerah.

“Langkah evaluasi yang dilakukan pemerintah adalah bukti bahwa pemerintah mendengar suara masyarakat. Aspirasi dari daerah tidak diabaikan, tetapi dijadikan dasar untuk penyempurnaan agar manfaatnya lebih optimal dan tepat sasaran,” katanya.

Politikus Gerindra itu juga mengingatkan bahwa keberhasilan program-program prioritas nasional tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.

Ia mengajak masyarakat, akademisi, organisasi kemasyarakatan, hingga mahasiswa untuk terus memberikan kritik dan masukan yang konstruktif. Menurutnya, partisipasi publik menjadi bagian penting dalam menciptakan kebijakan yang semakin baik.

“Kritik dan masukan tentu diperlukan. Tetapi semangatnya harus sama, yaitu memperbaiki dan memastikan program-program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat,” ujarnya.

Rimzah berharap proses evaluasi yang saat ini berlangsung dapat menghasilkan formulasi kebijakan yang lebih matang sehingga implementasi MBG maupun Koperasi Merah Putih ke depan berjalan semakin efektif.

“Semangat kita harus sama, yaitu memastikan setiap kebijakan yang dijalankan benar-benar memberi dampak positif bagi masyarakat. Kritik dan masukan perlu disampaikan, namun tujuannya adalah perbaikan agar program semakin efektif dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Menurutnya, keberhasilan program-program strategis nasional akan menjadi fondasi penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Dengan evaluasi yang tepat, manfaat program diyakini akan semakin dirasakan oleh masyarakat luas. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia