Advertisement
Peristiwa Daerah

Kepala DKP3 Bontang Serukan Gerakan 'Hijrah Ekologis', Sejumlah Strategi Dibeberkan

Lewat momentum Hijrah Ekologis ini, DKP3 Bontang mempererat orkestrasi pentahelix dengan mengunci komitmen bersama para mitra strategis.

TIMES Indonesia,
Kepala DKP3 Bontang Serukan Gerakan 'Hijrah Ekologis', Sejumlah Strategi Dibeberkan
Kepala DKP3 Bontang bersama ICMI (Foto: Ahmad Aznem for TIMES Indonesia)
A-AA+

BONTANG Menandai momentum sakral tahun baru Islam, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian Kota Bontang (DKP3 Bontang), H Ahmad Aznem, SE, MSi., secara resmi mengeluarkan seruan moral dan struktural komprehensif bertajuk 'Manifesto Hijrah Ekologis'. 

Langkah ini menjadi tonggak pergeseran radikal tata kelola maritim Bontang, yang ditandai dengan penetapan kelompok KOMPAK Sumber Lamun Bersinar (SLB) sebagai garda terdepan konservasi pesisir serta akselerasi cetak biru pendirian Universitas Lamun.

Advertisement

Inisiatif Universitas Lamun ini merupakan kelanjutan dari pencanangan historis yang telah diletakkan bersamaan dengan aksi penanaman lamun massal pada tanggal 13 Juni 2025 di titik koordinat 0°09'11.5" N dan 117°28'51.6" E. 

Lewat momentum Hijrah Ekologis ini, DKP3 mempererat orkestrasi pentahelix dengan mengunci komitmen bersama para mitra strategis seperti ICMI Kota Bontang, HNSI Kota Bontang, KOMPAK Sumber Lamun Bersinar dan seluruh elemen masyarakat nelayan dan warga pesisir.

Ia menyatakan, semangat hijrah 1 Muharram 1448 H ini ditandai secara konkret dengan menetapkan KOMPAK Sumber Lamun Bersinar sebagai garda terdepan pelindung ekosistem pesisir.

"Lebih dari itu, hari ini kita mempercepat langkah mewujudkan Universitas Lamun yang telah kita canangkan. Kita tidak boleh lagi hanya menjadi penonton; Bontang harus memimpin pusat riset lamun tropis dunia," ucap Ahmad Aznem, Selasa (16/6/2026)

Kepala DKP3 Kota Bontang, H. Ahmad Aznem, menjabarkan secara presisi keberadaan Universitas Lamun dirancang sebagai Pusat Penelitian Kelautan & Lamun atau Marine Research Center yang inklusif. 

Advertisement

“Konsepnya berjenjang dari tingkat Siswa, Guru, hingga penelitian akademik tingkat tinggi S1/S2/S3 dan Dosen,” ujarnya. 

Lanjut dijelaskan Hasnem, bahwa Universitas Lamun ini akan memfokuskan kajian ilmiah pada sektor-sektor kritis kelautan, antara lain:

Pertama, Blue Carbon Stocking: Sektor ini menghitung valuasi kemampuan padang lamun Bontang dalam menyerap emisi karbon global sebagai generator ekonomi hijau-biru.

Kedua, Laju Rekrutmen Biota, yakni Studi komparatif mengenai dinamika pemulihan alami populasi ikan karang ekonomi penting.

Ketiga, Studi Perilaku Dugong (Dugon dugong). Hal ini merupakan cara penelitian tentang perilaku mamalia laut langka pelindung padang lamun lokal.

Keempat, Water Quality and Mikroplasti, yaitu Pemantauan laboratorium kontinu terhadap tingkat pencemaran air dan mitigasi kontaminasi racun mikroplastik pada jaringan daging komoditas ekspor.

“Posisi lain Universitas Lamun dipersiapkan untuk memfasilitasi Kemitraan Riset Internasional,” jelas H Ahmad Aznem.

"Kampus ini akan menyediakan field station (stasiun riset lapangan) mandiri terakreditasi bagi para ilmuwan dan peneliti kelautan global dari seluruh dunia yang melakukan studi komparatif ekosistem lamun tropis di koridor Indo-Pasifik," lanjutnya.

Selain itu H. Ahmad Aznem secara khusus menegaskan peran vital Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kota Bontang yang ditempatkan sebagai pilar utama.

ICMI bertugas menghimpun kontribusi pemikiran dan kepakaran para cendekiawan muslim guna mewujudkan masyarakat madani yang berkeadilan, sekaligus mendukung percepatan pembangunan daerah.

"ICMI Kota Bontang adalah jangkar intelektual dan transvisi etika kita," kata H. Ahmad Aznem.

"Kepakaran para cendekiawan di dalam ICMI menjadi pengawal utama rencana Universitas Lamun ini agar tidak hanya menjadi menara gading, melainkan dasar ilmiah yang menjaga keseimbangan alam (sunnatullah) dan melahirkan para baharipreneur mandiri berakhlak mulia," imbuhnya.

Sinergi 5 Pilar yakni ICMI, HSNI, KOMPAK, SLB dan Nelayan dalam Struktur TF-K2P4 Kota Bontang, DKP3 mengunci pembagian amanah fungsional lima pilar demi memastikan program CSR dan ESG investasi sosial industri berjalan berkelanjutan:

Kepala DKP3 Kota Bontang menyatakan optimisme tingginya bahwa kolaborasi HSNI, KOMPAK “SLB” dan kekuatan riset Universitas Lamun di bawah kawalan ICMI akan membawa Kota Bontang sebagai episentrum Ekonomi Biru di Kalimantan Timur.

"Hijrah ekologis telah kita mulai. Dengan sains, iman, dan kerja sama, insyaAllah laut sehat, nelayan makmur, dan berkah melimpah," tutup H. Ahmad Aznem, Kepala DKP3 Kota Bontang. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Kusnadi
PenulisKusnadiSarjana Ekonomi Universitas Muslim Indonesia (1997). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016 Meliput berbagai topik dan isu termasuk politik, hukum, umkm,ekonomi kreatif, wisata, olahraga hingga seni dan budaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia