Advertisement
Peristiwa Daerah

DPRD Jatim Desak Investasi KEK Sentuh Nasib Ojol dan Pekerja Harian

Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur, Fuad Benardi, menegaskan bahwa ekspansi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) harus menjadi jawaban nyata untuk mengentaskan kemiskinan.

TIMES Indonesia,
DPRD Jatim Desak Investasi KEK Sentuh Nasib Ojol dan Pekerja Harian
Anggota Komisi C DPRD Jatim, Fuad Benardi, saat memaparkan urgensi penyerapan tenaga kerja informal ke sektor industri formal melalui optimalisasi fasilitas KEK. (Foto: DPRD Jatim)
A-AA+

SURABAYA Masifnya ketergantungan masyarakat terhadap sektor informal menjadi potret rapuhnya jaminan kesejahteraan tenaga kerja saat ini. Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur, Fuad Benardi, menegaskan bahwa momentum ekspansi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) harus menjadi jawaban nyata untuk mengentaskan kemiskinan struktural tersebut.

Fuad menyoroti realitas di lapangan di mana profesi seperti pengemudi ojek online (ojol) hingga pekerja harian lepas terus bertambah. Meski menjadi tumpuan ekonomi keluarga, sektor ini dinilai rentan karena skema pengupahan yang tidak pasti dan ketiadaan jaminan kerja layaknya buruh pabrik.

Advertisement

"Memang saya sadar bahwa sekarang koalisi perekonomian Indonesia itu banyak sekali masyarakat itu yang masih bergantung kepada sektor informal," ujar Fuad saat memberikan keterangan di Surabaya pada Selasa (16/6/2026).

Politisi muda ini menjabarkan bahwa pekerja informal yang dimaksud adalah mereka yang sistem pendapatannya mengandalkan absensi harian—jika bekerja baru dibayarbukan pekerja yang menerima gaji tetap bulanan.

Melihat kondisi tersebut, Fuad mendesak agar berbagai fasilitas kemudahan investasi yang ada di KEK benar-benar dimaksimalkan. Target utamanya bukan sekadar angka pertumbuhan ekonomi di atas kertas, melainkan penciptaan lapangan kerja formal berskala besar.

Langkah strategis ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan baru di pasar kerja, sekaligus menjadi jembatan bagi para pekerja informal untuk bermigrasi ke sektor industri atau korporasi yang lebih stabil.

"Sehingga akhirnya itu bisa berimbang, yang masyarakat yang bekerja di sektor informal itu bisa juga banyak yang tertampung di sektor-sektor formal baik di pabrik maupun perusahaan," tegas Fuad. (*)

Advertisement

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Zisti Shinta Maharani
PenulisZisti Shinta MaharaniPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak November 2023. Fokus di bidang politik, pemerintahan, gaya hidup, seni budaya, teknologi serta isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia