Advertisement
Peristiwa Daerah

Garda Prabowo Jatim Kecam Pernyataan Eks Aktivis BEM UGM yang Dinilai Menghina Presiden

DKD Garda Prabowo Jawa Timur mengecam pernyataan eks aktivis BEM UGM Tiyo Ardianto yang dinilai menghina Presiden Prabowo Subianto. Ketua Garda Prabowo Jatim ingatkan etika demokrasi.

TIMES Indonesia,
Garda Prabowo Jatim Kecam Pernyataan Eks Aktivis BEM UGM yang Dinilai Menghina Presiden
Dewan Koordinasi Daerah (DKD) Garda Prabowo Jawa Timur. (Foto: Dok. Garda Prabowo Jatim)
A-AA+

Surabaya Dewan Koordinasi Daerah (DKD) Garda Prabowo Jawa Timur mengecam pernyataan yang disampaikan mantan aktivis Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto. Organisasi tersebut menilai pernyataan itu mengandung unsur penghinaan terhadap Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Ketua DKD Garda Prabowo Jawa Timur, Denny Hermanto, menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan bagian tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi. Namun, menurutnya, kebebasan berpendapat tetap harus disampaikan dengan menjunjung tinggi etika, moral, serta koridor hukum yang berlaku.

Advertisement

"Penyampaian pendapat di ruang publik harus mengedepankan etika, moral, dan tanggung jawab. Kami mengecam setiap bentuk penghinaan terhadap Presiden Republik Indonesia yang dipilih secara sah oleh rakyat melalui proses demokrasi," ujar Denny dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/6/2026).

Denny menegaskan bahwa perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Meski demikian, perbedaan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk melakukan penghinaan terhadap kepala negara maupun institusi negara.

Menurut Denny, demokrasi yang sehat membutuhkan ruang dialog yang konstruktif serta kritik yang bertujuan membangun, bukan narasi yang berpotensi memicu konflik dan memecah belah masyarakat.

Karena itu, DKD Garda Prabowo Jawa Timur mengimbau seluruh elemen masyarakat agar tetap menjaga kondusivitas dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai pernyataan yang dapat menimbulkan kegaduhan di ruang publik.

"Jawa Timur adalah wilayah yang menjunjung tinggi nilai kesantunan, persaudaraan, dan semangat gotong royong. Mari kita rawat demokrasi dengan kritik yang membangun, bukan dengan penghinaan yang dapat merusak persatuan bangsa," tegasnya.

Advertisement

Denny berharap seluruh pihak dapat menggunakan hak kebebasan berpendapat secara bertanggung jawab serta mengedepankan sikap saling menghormati demi menjaga persatuan dan stabilitas kehidupan berbangsa dan bernegara. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rudi Mulya
PenulisRudi MulyaSarjana Ilmu Sosial (S.Sos) Universitas Dr. Soetomo, Surabaya. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016. Fotografer dan Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, Pemerintahan, Pendidikan, Seni, Budaya dan Isu Nasional
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia