Siap-Siap, Tiang Kabel Semrawut di Pusat Kota Banjar Bakal Segera Dicabut
Program penataan kabel udara yang semrawut akan segera dialihkan ke bawah tanah menggunakan sistem ducting.
BANJAR – Pemerintah Kota Banjar (Pemkot Banjar) terus bergerak maju dalam menata estetika dan infrastruktur digital kota.
Melalui kerja sama dengan CV Lintas Satu Visi, program penataan kabel udara yang semrawut akan segera dialihkan ke bawah tanah menggunakan sistem ducting.
Direktur CV Lintas Satu Visi, Ahmad Taufik Hidayat, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan survei di belasan titik krusial wajah Kota Banjar.
"Kita sudah menjalankan survei di beberapa ruas yang sudah kita sepakati bersama dengan pihak pemerintah kota. Jadi nanti setelah tahapan survei ini, selanjutnya akan diterbitkan surat administratif dengan Pak Wali terkait bentuk kerja samanya," ujar Ahmad, Rabu (17/6/2026).
Setelah urusan administratif selesai, pihak perusahaan akan langsung menyusun Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan untuk mematangkan proyek strategis ini.
Target Mulai Konsultasi Publik dalam Dua Bulan
Ahmad menjelaskan bahwa proses penyiapan teknis dan administratif ini berjalan secara paralel agar program dapat segera terealisasi.
Pihak Dinas terkait pun saat ini sedang menggodok draf Peraturan Wali Kota (Perwal) sebagai payung hukumnya.
"Harapan kita sih sebenarnya dalam 1 bulan ini sudah ready untuk pembuatan FS. Setelah FS selesai, dalam kurun waktu 2 bulan ini kita bisa jalan untuk konsultasi publik ke masyarakat," jelasnya.
Konsultasi publik ini dinilai penting agar masyarakat mengetahui detail program, manfaat ke depan, serta bagaimana mekanisme pelaksanaannya di lapangan.
Sasar 15 Ruas Jalan di Pusat Kota
Proyek penataan ini direncanakan akan menyasar sekitar 15 ruas jalan yang terletak di pusat Kota Banjar. Dengan estimasi panjang sekitar 1.000 meter per ruas, total panjang jalur ducting ini diprediksi mencapai 15 hingga 20 kilometer.
Meski berada di pusat kota, Ahmad mengakui bahwa beberapa ruas jalan yang menjadi target berstatus sebagai jalan provinsi dan jalan nasional.
"Tapi itu semua masih wajah Kota Banjar. Jadi kita berproses, harus bersurat juga ke pihak nasional dan provinsi untuk mendukung program ini. Apalagi ini seiring juga dengan program dari Gubernur Pak KDM. Makanya kita harus tetap berkomunikasi agar beriringan," tambahnya.
Tunjang SPBE dan Bersihkan Tiang Kabel yang Semrawut
Saat ditanya mengenai estimasi anggaran yang akan digelontorkan, Ahmad menyebutkan bahwa angka pastinya belum bisa dipublikasikan karena proses survei lapangan masih berjalan.
"Kemungkinan besar kita masih belum tahu estimasi anggarannya. Kita masih harus menghitung total operator yang sudah ada di Kota Banjar, nilai kabel yang harus disiapkan, dan perencanaan ke depan," tuturnya.
Menariknya, proyek infrastruktur ini tidak hanya sekadar merapikan kota, tetapi juga dirancang untuk menunjang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), khususnya dalam membangun jaringan intra-pemerintah.
"Banjar nanti secara prinsip akan punya infrastruktur sendiri antar-OPD (Organisasi Perangkat Daerah) melalui kabel ducting ini. Harapannya seperti itu," kata Ahmad.
Jika proyek ini rampung dan kabel-kabel sudah tertanam di bawah tanah, pemandangan tiang-tiang kabel yang selama ini mengganggu estetika kota dipastikan akan hilang.
"Nanti tiang-tiang itu dicabut," pungkas Ahmad optimis sembari meminta dukungan dari seluruh lapisan masyarakat Kota Banjar agar program ini berjalan lancar. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


