KONI Kota Probolinggo Angkat Anggota DPRD Jadi Ketua Cabor, Ini Strategi Bukan Politisasi Olahraga
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Probolinggo mulai menerapkan strategi baru dalam pembinaan prestasi dengan mengangkat sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sebagai ketua dan pembina cabang olahraga (cabor).
PROBOLINGGO – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Probolinggo mulai menerapkan strategi baru dalam pembinaan prestasi dengan mengangkat sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sebagai ketua dan pembina cabang olahraga (cabor). Langkah ini langsung diklarifikasi oleh Zulfikar Imawan, Ketua KONI setempat, sebagai bagian dari upaya penguatan manajemen kelembagaan, bukan bentuk politisasi olahraga seperti yang dikhawatirkan sebagian pihak.
Saat ini, ada lima cabor yang diketuai langsung oleh anggota dewan, yaitu Heri Poniman (Gerindra) di Muaythai, Saiful Iman (PKB) di Perbakin, Zainul Fatoni (PPP) di Paramotor, Eko Purwanto (PKB) di Askot PSSI, dan Sibro Malisi (Nasdem) di Perbasi.
Selain itu, tiga cabor lainnya juga menempatkan anggota dewan sebagai pembina, yakni Abdul Mujib yang juga menjabat Wakil Ketua I DPRD untuk Persani, Dasno (PKS) untuk Pordasi, serta dr Evariani (Gerindra) untuk Percasi.
Ketua KONI Kota Probolinggo, Zulfikar Imawan, menjelaskan bahwa penempatan ini bukan rekayasa politik, melainkan murni karena masa kepengurusan sejumlah cabor tersebut berakhir pada tahun ini.
Dari total 47 cabor yang ada, pihaknya bahkan tidak menutup peluang bagi cabor lain yang akan berganti pengurus untuk mengikuti pola yang sama, asalkan figur dari legislatif dinilai memenuhi kriteria yang ditentukan.
Zulfikar yang akrab disapa Iwan itu menilai bahwa kemajuan prestasi daerah tidak hanya bergantung pada kualitas atlet dan pelatih, tetapi juga pada kepemimpinan pengurus yang kuat dan memiliki daya ungkit.
Anggota DPRD dinilai memiliki modal dasar tersebut karena mereka merupakan tokoh masyarakat yang dihormati dan memiliki akses komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah. Menurutnya, kebutuhan seperti peminjaman Gelanggang Olahraga (GOR), pengurusan izin kegiatan, hingga koordinasi dengan dinas terkait sering kali terkendala birokrasi yang berbelit. Dengan adanya figur yang akrab dengan eksekutif, Iwan meyakini proses administrasi tersebut bisa berjalan lebih cepat dan tidak tersendat.
Selain urusan birokrasi dengan pemkot, faktor kredibilitas di mata masyarakat juga menjadi pertimbangan yang tidak kalah penting. Ketua cabor yang dikenal publik dinilai lebih mudah dalam menggalang dukungan sponsor, mengajak sekolah-sekolah untuk menjadi binaan, serta meyakinkan orang tua atlet agar mendukung penuh program latihan.
Iwan menyebut kemampuan membangun jejaring ini sebagai energi tambahan yang sangat diperlukan, terlebih karena anggaran yang tersedia di KONI memiliki keterbatasan. Dengan kombinasi antara kapasitas kelembagaan, kecintaan terhadap olahraga, dan akses politik yang luas ini, KONI berharap setiap cabor dapat bergerak lebih transparan serta fokus pada target prestasi.
Ke depan, KONI Kota Probolinggo menargetkan pencapaian di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dan sejumlah kejuaraan nasional sebagai tolok ukur keberhasilan strategi ini. Proses pergantian kepengurusan di cabor-cabor lainnya pun akan terus berlanjut secara bertahap, dengan tetap mengedepankan kriteria kepemimpinan yang kuat dan berorientasi pada kemajuan olahraga di Kota Probolinggo. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


