Bupati Sidoarjo Instruksikan ASN, Perangkat Desa hingga RT/RW Masuk KDMP
Bupati Sidoarjo Subandi menerbitkan Surat Edaran yang mengajak ASN, perangkat desa, hingga RT/RW bergabung menjadi anggota Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
Sidoarjo – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo dalam menyukseskan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) terus diperkuat. Bupati Sidoarjo, Subandi, menerbitkan surat edaran (SE) yang mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN), perangkat desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hingga ketua RT dan RW se-Kabupaten Sidoarjo untuk bergabung sebagai anggota KDMP.
Langkah tersebut dilakukan guna mempercepat penguatan kelembagaan koperasi sekaligus mendukung program ekonomi kerakyatan yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Surat Edaran Nomor 500.3/7339/438.1.2.2/2026 tentang Partisipasi dalam Keanggotaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih itu ditujukan kepada Sekretaris Daerah, para asisten, kepala perangkat daerah, camat, kepala desa, lurah, hingga ketua RT dan RW di seluruh wilayah Kabupaten Sidoarjo.
Menurut Subandi, keberhasilan KDMP membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen pemerintahan serta masyarakat. Karena itu, ia meminta seluruh pihak tidak hanya mendukung dari sisi kebijakan, tetapi juga terlibat langsung sebagai anggota aktif.
"Dukungan semua pihak diperlukan agar Koperasi Desa Merah Putih di Sidoarjo bisa tumbuh dan mendukung peningkatan ekonomi masyarakat. Perlu pula langkah terobosan yang inovatif dan nyata," kata Subandi.
Keseriusan tersebut juga ditunjukkan dengan komitmen pribadinya untuk menjadi anggota koperasi. Bahkan, ia mengaku akan mengajak keluarganya bergabung dalam KDMP di desa tempat tinggalnya.
"Saya dan keluarga juga akan menjadi anggota Koperasi Desa Merah Putih di desa kami," tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan koperasi, Pemkab Sidoarjo menggandeng berbagai pihak untuk menggelar kegiatan yang melibatkan KDMP. Di antaranya bekerja sama dengan Bulog Sidoarjo dan sejumlah pabrik gula di Kabupaten Sidoarjo untuk mengadakan pasar murah di tingkat desa.
Menurut Subandi, pasar murah tidak hanya menjadi sarana sosialisasi KDMP kepada masyarakat, tetapi juga membantu warga mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
"Harga sembako harus di bawah HET (Harga Eceran Tertinggi) supaya masyarakat desa terbantu dan dagangan koperasi bisa laku," ujarnya.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam rapat koordinasi bersama Paguyuban Kepala Desa/Kelurahan dan BPD se-Kabupaten Sidoarjo di Ruang Delta Wicaksana, Rabu (17/6/2026). Dalam forum itu, Subandi meminta seluruh jajaran pemerintah desa bergerak cepat memperkuat basis keanggotaan KDMP.
"Mulai minggu ini, KDMP harus berjalan baik dengan dukungan penuh dari BPD, perangkat desa, RT/RW, serta pemerintah daerah," tandasnya.
Ia juga mendorong agar implementasi KDMP di Sidoarjo dirancang secara inovatif sehingga mampu menjadi percontohan nasional. Selain itu, Pemkab Sidoarjo akan melakukan pemetaan desa dan kelurahan yang telah menjalankan program tersebut, serta mengintegrasikan data keanggotaan ASN melalui sistem satu data yang dikelola Dinas Kominfo.
"Keanggotaan harus menjadi prioritas utama. Semua pihak harus terlibat aktif menjadi anggota, mulai dari ASN, BPD, hingga perangkat desa," pungkas Subandi. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


