Advertisement
Peristiwa Daerah

Pacitan Siaga Antraks, Desa Pelem Jadi Fokus Penanganan

DKPP Pacitan memastikan kematian sapi dan kambing di Dusun Janglot akibat antraks, fokus pada desinfeksi, pengobatan, dan vaksinasi ternak untuk mencegah penyebaran ke wilayah lain.

TIMES Indonesia,
Pacitan Siaga Antraks, Desa Pelem Jadi Fokus Penanganan
Petugas kesehatan hewan di Pacitan saat menyuntik sapi dengan vaksin. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)
A-AA+

PACITAN Kematian mendadak lima ekor sapi dan tiga ekor kambing di Dusun Janglot, Desa Pelem, Kecamatan Pringkuku, dipastikan akibat antraks. Pemerintah Kabupaten Pacitan kini memusatkan penanganan di wilayah tersebut untuk mencegah penyebaran penyakit ke kawasan peternakan lainnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pacitan, Sugeng Santoso, mengatakan langkah penanganan telah dilakukan bahkan sebelum hasil laboratorium diterima.

Advertisement

“Sebelum hasil keluar sudah dilakukan upaya-upaya penanganan dan antisipasi oleh petugas kesehatan hewan bersama dokter hewan dari BBVet Wates dan perangkat desa setempat,” kata Sugeng, Kamis (18/6/2026).

Menurut dia, pelayanan kesehatan hewan di wilayah terdampak sudah berjalan sejak pekan lalu dan akan terus dilanjutkan.

“Mulai minggu kemarin dan ke depan terus dilakukan pelayanan kesehatan hewan di sana,” ujarnya.

Sugeng berharap peternak lebih aktif memanfaatkan program pelayanan kesehatan hewan yang disediakan pemerintah sehingga kondisi kesehatan dan kekebalan ternak dapat terus ditingkatkan.

Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Pacitan, Indrawati, mengatakan petugas saat ini fokus melakukan desinfeksi kandang dan lingkungan, pemberian vitamin, serta pengobatan terhadap ternak yang masih hidup.

Advertisement

Selain itu, vaksinasi juga akan dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit.

“Sementara ini fokus penanganan dipusatkan di Dusun Janglot. Selanjutnya kegiatan yang sama akan kami lakukan di dusun-dusun lain di Desa Pelem,” kata Indrawati.

Kasus tersebut menjadi perhatian karena Pringkuku termasuk wilayah yang selama ini masuk kawasan kewaspadaan antraks di Pacitan, bersama Kecamatan Donorojo dan Punung.

Ketiga wilayah itu memiliki aktivitas perdagangan dan lalu lintas ternak yang cukup tinggi.

Antraks merupakan penyakit infeksi yang menyerang hewan ternak seperti sapi, kambing, dan domba. 

Penyakit ini juga tergolong zoonosis atau dapat menular ke manusia melalui kontak dengan hewan terinfeksi maupun produk hewan yang tercemar.

“Setelah penanganan kami lakukan vaksinasi,” ujar Indrawati.

Meski demikian, DKPP Pacitan belum memberikan keterangan terkait jumlah stok vaksin yang tersedia untuk penanganan kasus antraks tersebut. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Yusuf Arifai
PenulisYusuf ArifaiMagister Ilmu Hukum (MH) Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Wartawan Madya Nomor 21969-Unitomo/Wdya/DP/X/2024/21/10/93, Editor Bahasa Arab dan Penulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2021.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia