Akhiri Semrawut, Pemkot Malang Sulap Wajah Pasar Gadang dalam 150 Hari
Pemkot Malang bersiap mengakhiri wajah semrawut kawasan Pasar Gadang yang selama bertahun-tahun identik dengan kemacetan, pasar tumpah, dan aktivitas jual beli dari atas kendaraan.
MALANG – Pemkot Malang bersiap mengakhiri wajah semrawut kawasan Pasar Gadang yang selama bertahun-tahun identik dengan kemacetan, pasar tumpah, dan aktivitas jual beli dari atas kendaraan. Melalui proyek penataan Jalan Gadang Kota Malang yang dimulai 26 Juni 2026, kawasan tersebut akan disulap menjadi koridor lalu lintas yang lebih tertib dan nyaman.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengatakan, proyek ini bukan sekadar memperbaiki jalan yang rusak, tetapi juga mengubah pola aktivitas perdagangan yang selama ini menjadi salah satu penyebab kemacetan di kawasan Pasar Gadang.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah pemasangan pagar di sepanjang koridor jalan untuk mencegah praktik belanja langsung dari kendaraan atau yang selama ini dikenal sebagai “drive-thru” pasar.
“Supaya tidak ada lagi model drive-thru seperti dulu. Kendaraan berhenti lalu langsung membeli di pinggir jalan,” ujar Wahyu, Jumat (19/6/2026).
Ke depan, masyarakat yang hendak berbelanja diwajibkan masuk ke dalam area pasar dan menggunakan fasilitas parkir yang telah disediakan. Penataan juga dilakukan pada akses menuju pasar sisi utara yang selama ini kerap digunakan kendaraan untuk berhenti dan bertransaksi.
Wahyu menyebut, Surat Perintah Kerja (SPK) proyek telah ditandatangani. Berdasarkan kontrak, pengerjaan berlangsung selama 172 hari kalender dan ditargetkan selesai pada akhir November 2026.
Meski demikian, Pemkot Malang meminta kontraktor mempercepat pekerjaan hingga hanya membutuhkan sekitar 150 hari. Sisa waktu yang tersedia akan dimanfaatkan untuk evaluasi dan penyempurnaan hasil pekerjaan.
“Ini untuk memperlancar akses dari perempatan Gadang sampai ke Bumiayu,” ungkapnya.
Proyek diawali dengan pembangunan drainase berukuran satu meter kali satu meter untuk mengatasi genangan yang selama ini menjadi persoalan saat musim hujan. Setelah itu, pekerjaan dilanjutkan dengan pembangunan badan jalan dan pengaspalan.
Selama proses pembangunan berlangsung, masyarakat diminta bersiap menghadapi rekayasa lalu lintas dan sistem buka-tutup jalan di sejumlah titik.
“Pengguna jalan di depan Pasar Gadang pasti akan terganggu karena nanti ada sistem buka-tutup jalan selama proses pengerjaan,” katanya.
Tak hanya menata lalu lintas, Pemkot Malang juga menyiapkan wajah baru kawasan Gadang melalui pembangunan median jalan yang dilengkapi taman, tanaman pucuk merah, serta elemen penghijauan lainnya.
“Nanti akan ada median, taman, pot tanaman dan penghijauan agar kawasan tidak terlihat kering serta memiliki sirkulasi udara yang lebih baik,” jelasnya.
Wahyu optimistis penataan ini akan membawa perubahan besar bagi kawasan Gadang, mulai dari mengurangi kemacetan, menciptakan lingkungan yang lebih nyaman, hingga menjadikan aktivitas perdagangan lebih tertib.
Harapan serupa disampaikan Siti Aminah, salah seorang pembeli di Pasar Gadang. Menurutnya, kondisi Jalan Gadang Bumiayu memang sudah lama dikeluhkan warga karena rusak dan sering macet.
“Sudah bertahun-tahun tidak diperbaiki. Semoga segera selesai perbaikannya,” kata Siti.
Ia mengaku kerap terjebak kemacetan saat berbelanja ke Pasar Gadang, terutama ketika hujan turun dan genangan muncul di sejumlah titik jalan.
“Sudah banyak sekali keluhan tentang jalan ini, memang harus diperbaiki. Saya kalau belanja sering naik motor dan terjebak macet,” ucapnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


