Disparta Kota Batu Yakini Libur Sekolah Mampu Dongkrak Kunjungan Wisatawan
Menyambut gelombang libur panjang semester genap sekolah yang dimulai Senin (22/6/2026), Dinas Pariwisata Kota Batu meningkatkan pengawasan di seluruh destinasi wisata dan akomodasi perhotelan.
BATU – Menyambut gelombang libur panjang semester genap sekolah yang dimulai Senin (22/6/2026), Dinas Pariwisata Kota Batu meningkatkan pengawasan di seluruh destinasi wisata dan akomodasi perhotelan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan layanan, keamanan wisatawan, serta antisipasi lonjakan kunjungan yang diprediksi mencapai 30 hingga 40 persen.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, mengatakan pihaknya telah mengaktifkan pola monitoring menyeluruh terhadap kesiapan destinasi wisata, termasuk aspek keselamatan, manajemen parkir, hingga pengelolaan lingkungan.
"Monitoring kita lakukan untuk memastikan seluruh destinasi dan akomodasi siap, termasuk dari sisi keselamatan pengunjung," ujarnya, Jumat (19/6/2026).
Libur sekolah setiap tahun memang selalu menjadi momentum puncak kunjungan wisata ke Kota Batu. Lonjakan wisatawan diperkirakan akan terjadi di seluruh titik destinasi.
"Mulai dari wisata buatan, wisata alam, hingga ruang publik seperti Alun-alun Kota Batu yang berpotensi mengalami kepadatan tinggi," terangnya.
Menurut Onny, peningkatan jumlah wisatawan merupakan berkah bagi sektor pariwisata karena mendorong perputaran ekonomi daerah, mulai dari tingkat okupansi hotel hingga peningkatan transaksi di sektor kuliner dan UMKM.
"Tapi di sisi lain, peningkatan kunjungan juga membawa tantangan tersendiri, terutama pada pengelolaan sampah dan lalu lintas. Dua persoalan klasik tersebut kembali menjadi fokus utama pengawasan Dinas Pariwisata bersama OPD terkait," bebernya.
Onny menyebut, berdasarkan pengalaman periode libur sebelumnya, volume kunjungan wisatawan dapat meningkat signifikan dibanding hari normal. Rata-rata kenaikan mencapai 30 hingga 40 persen, sehingga diperlukan kesiapan ekstra dari seluruh pengelola destinasi.
"Sebagai ilustrasi, destinasi yang biasanya menerima seribu pengunjung per hari diperkirakan dapat meningkat menjadi 1.300 hingga 1.400 wisatawan saat puncak libur sekolah," ungkapnya.
Selain pengawasan teknis, Disparta juga menekankan pentingnya edukasi kepada wisatawan agar lebih sadar terhadap kebersihan lingkungan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi dampak penumpukan sampah di kawasan wisata yang kerap terjadi saat musim liburan.
"Kesadaran wisatawan juga penting. Kami dorong pengelola untuk terus mengedukasi pengunjung agar lebih tertib dalam menjaga kebersihan," tambahnya.
Lebih lanjut, Disparta Kota Batu juga menindaklanjuti arahan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait kesiapsiagaan destinasi wisata menghadapi lonjakan kunjungan.
"Beberapa poin penting yang menjadi perhatian meliputi pengaturan lalu lintas dan parkir, kesiapan jalur evakuasi, serta kesiapan fasilitas kesehatan di kawasan wisata," tegasnya.
Dia menambahkan, seluruh instruksi tersebut telah ditindaklanjuti dengan koordinasi lintas sektor agar pelayanan wisata tetap berjalan optimal selama periode libur panjang.
"Semua sudah kita siapkan, termasuk koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan pelayanan tetap aman dan lancar," ujarnya.
Meski tantangan diperkirakan meningkat, Disparta tetap optimistis Kota Batu mampu mengelola arus wisata dengan baik sebagaimana pengalaman pada periode libur sebelumnya.
"Kita sudah punya pengalaman dari libur-libur sebelumnya, dan insya Allah kita siap menghadapi peningkatan kunjungan ini," tutupnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


