Peringati Bulan Bung Karno 2026, Wabup Dirham Ajak Gen Z Lamongan Melek Teknologi
DPC PDI Perjuangan Lamongan menggelar rangkaian Bulan Bung Karno 2026 secara adaptif lewat kompetisi video AI, mural, aksi konservasi mangrove, hingga bedah buku.
Lamongan – Peringatan Bulan Bung Karno 2026 di Kabupaten Lamongan dikemas secara adaptif dan futuristik. DPC PDI Perjuangan Lamongan menggelar serangkaian kegiatan yang memadukan kecanggihan teknologi, seni visual, kepedulian lingkungan, hingga agenda bedah pemikiran ideologis.
Wakil Bupati Lamongan sekaligus Bendahara DPC PDI Perjuangan Lamongan, Dirham Akbar Aksara menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai jembatan untuk mentransfer nilai-nilai nasionalisme Proklamator RI kepada Generasi Z dan Milenial.
Menurut pria yang akrab disapa Mas Wabup Dirham ini, setiap generasi memiliki media komunikasi yang berbeda. Jika pada masa perjuangan Bung Karno gagasan disampaikan lewat pidato dan tulisan konvensional, maka saat ini anak muda hidup di ekosistem digital yang kental dengan aspek visual.
Sentuh Gen Z Lewat Kompetisi Video AI dan Mural
Sebagai representasi pemimpin muda, Dirham melihat urgensi pemanfaatan teknologi seperti Lomba Video AI (Artificial Intelligence) dan Lomba Mural yang digelar dalam rangkaian Bulan Bung Karno tahun ini. Menurutnya, langkah ini bukan sekadar mengikuti tren, melainkan upaya menerjemahkan api semangat Bung Karno ke dalam bahasa yang relevan bagi anak muda.
"Yang terpenting bukan teknologinya, melainkan pesan yang terkandung di dalamnya. Kami ingin generasi muda memahami bahwa nasionalisme bukan hanya mengenang sejarah, tetapi juga menghadirkan gagasan Bung Karno dalam menjawab tantangan masa kini," ujar Dirham, Jumat (19/6/2026).
Melalui kreativitas digital dan seni visual tersebut, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan ruang ekspresi positif yang mendekatkan anak muda pada nilai gotong royong, kemandirian bangsa, serta penguatan rasa cinta tanah air.
Aksi Nyata Ekologi: Konservasi Mangrove Berkelanjutan
Tidak hanya fokus pada ruang digital dan kreativitas, DPC PDI Perjuangan Lamongan juga menyentuh isu krusial di wilayah pesisir melalui aksi Konservasi Mangrove. Dirham menekankan bahwa agenda ini didasari oleh kebutuhan riil masyarakat pesisir Lamongan. Mangrove memiliki fungsi strategis sebagai benteng alami pelindung pantai dari ancaman abrasi.
"Selain itu, juga sebagai penyangga utama ekosistem wilayah pesisir dan penopang keberlanjutan sektor perikanan yang menjadi salah satu pilar ekonomi daerah," katanya.
Untuk memastikan kegiatan ini berdampak jangka panjang dan bukan sekadar seremonial, pihak partai melibatkan langsung masyarakat pesisir, kelompok nelayan, komunitas pemuda, serta berbagai elemen lokal dalam proses perawatan dan pengawasan berkala.
"Semangat gotong royong yang diajarkan Bung Karno tidak hanya diwujudkan dalam pembangunan sosial dan ekonomi, tetapi juga dalam menjaga alam sebagai warisan bagi generasi mendatang," tuturnya.
Membumikan Pemikiran Bung Karno untuk 'Lamongan Megilan'
Melengkapi rangkaian kegiatan, agenda Diskusi Bedah Buku Pemikiran Bung Karno turut digelar. Langkah ini dipandang strategis untuk menyelaraskan ideologi besar bangsa ke dalam kebijakan pembangunan daerah yang konkret.
Dirham memaparkan, konsep Berdikari (Berdiri di Atas Kaki Sendiri) gagasan Bung Karno sangat kontekstual jika diimplementasikan melalui penguatan ekonomi kerakyatan, sektor unggulan, dan penciptaan lapangan pekerjaan.
Penguatan ekonomi kerakyatan diimplementasikan melalui pemberdayaan UMKM lokal secara masif. Kemudian, sektor unggulan didorong melalui penguatan sektor pertanian dan perikanan yang menjadi karakteristik utama Lamongan. Sementara untuk lapangan kerja, diwujudkan melalui penciptaan ruang kerja kreatif yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Ia menambahkan, sinergi pentahelix yang melibatkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan komunitas merupakan wujud nyata dari spirit gotong royong masa kini untuk menyelesaikan berbagai tantangan pembangunan.
"Bung Karno selalu menekankan pentingnya persatuan dan keberpihakan kepada rakyat. Melalui diskusi bedah buku ini, kami berharap lahir pemahaman mendalam bahwa pemikiran beliau adalah sumber inspirasi yang tetap hidup dan relevan untuk mewujudkan Kejayaan Lamongan yang Megilan," pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


