Advertisement
Peristiwa Daerah

Pendataan Berjenjang Ungkap Sebaran Dampak Gempa Sulteng di Kabupaten Sigi

Data kaji cepat menunjukkan sebanyak 8.586 penduduk yang tergabung dalam 2.756 kepala keluarga masuk dalam kategori terdampak.

TIMES Indonesia,
Pendataan Berjenjang Ungkap Sebaran Dampak Gempa Sulteng di Kabupaten Sigi
Petugas gabungan bersama unsur terkait melanjutkan upaya penanganan di lokasi terdampak, Jumat(19/6/2026)(Foto: Pusdalops BPBD Sigi For TIMES Indonesia)
A-AA+

SIGI Upaya pendataan yang dilakukan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sigi (BPBD Sigi) masih berlangsung menyusul bencana gempa bumi yang melanda wilayah tersebut.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) yang diperbarui pada Jumat (19/6/2026) pukul 17.00 WITA, dampak bencana tercatat menjangkau ribuan warga serta menyebabkan kerusakan pada rumah dan berbagai sarana pelayanan masyarakat.

Advertisement

Data kaji cepat menunjukkan sebanyak 8.586 penduduk yang tergabung dalam 2.756 kepala keluarga masuk dalam kategori terdampak.

Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia tercatat tiga orang, sedangkan 124 warga lainnya mengalami luka-luka, terdiri dari 108 orang luka ringan dan 16 orang luka berat.

Selain aspek kemanusiaan, dampak gempa juga terlihat pada sektor permukiman.

Hingga pembaruan terakhir, sebanyak 2.315 unit rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan dengan rincian 1.962 rumah rusak ringan, 219 rumah rusak sedang, dan 134 rumah rusak berat.

Gempa Sulteng di Kabupaten Sigi

Hasil pendataan lapangan juga memperlihatkan sejumlah desa mencatat jumlah warga terdampak yang cukup besar.

Desa Kamarora A menjadi wilayah dengan jumlah terdampak terbanyak, yakni 336 jiwa, diikuti Desa Uwe Nuni sebanyak 318 jiwa, Kamarora B sebanyak 214 jiwa, Tongoa sebanyak 174 jiwa, serta Sintuwa dengan 93 jiwa.

Tidak hanya kawasan permukiman, gempa turut memengaruhi keberadaan fasilitas umum.

BPBD Kabupaten Sigi mencatat kerusakan pada 16 bangunan perkantoran, 15 masjid, 63 gereja, 37 sekolah, 9 unit UMKM, 9 jaringan air bersih, 5 puskesmas, 1 penggilingan, 1 gedung pertemuan, dan 2 rumah adat.

Di tengah proses penanganan yang masih berlangsung, aktivitas seismik susulan juga masih terpantau.

Berdasarkan data seismik terbaru, telah terjadi 910 kali gempa susulan, dengan kekuatan terbesar mencapai magnitudo 5,3 dan yang terkecil magnitudo 1,4. Dari jumlah tersebut, 35 kejadian gempa dilaporkan sempat dirasakan oleh masyarakat.

BPBD Kabupaten Sigi menegaskan bahwa angka-angka tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses verifikasi serta masuknya laporan tambahan dari wilayah terdampak. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia