Dari Bau Tak Sedap, Warga Tasikmalaya Temukan Mayat di Rumah
Warga Kampung Munjul, Kelurahan Karikil, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria di dalam sebuah rumah.
Tasikmalaya – Warga Kampung Munjul, Kelurahan Karikil, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria di dalam sebuah rumah, Jumat (19/6/2026) malam.
Korban diketahui bernama Septio Wibowo (70), seorang purnawirawan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang selama ini tinggal seorang diri di rumah tersebut.
Saat ditemukan, kondisi jenazah diduga telah meninggal dunia sejak sekitar dua hari sebelumnya.
Penemuan jenazah itu sontak mengundang perhatian warga sekitar. Sejumlah warga tampak memadati area sekitar rumah korban setelah mengetahui adanya kejadian tersebut.
Aparat kepolisian pun segera melakukan pengamanan lokasi untuk kepentingan penyelidikan.
Kapolsek Mangkubumi IPTU Ipan Faisal membenarkan adanya laporan penemuan mayat seorang pria lanjut usia di wilayah hukumnya tersebut.
Menurut IPTU Ipan, terungkapnya peristiwa itu bermula dari kecurigaan seorang warga yang melintas di depan rumah korban dan mencium aroma tidak sedap yang berasal dari dalam rumah.
"Berawal dari kecurigaan warga, seorang ibu yang lewat ke depan rumah korban mencium bau tak sedap di lokasi kejadian," ujar IPTU Ipan Faisal kepada awak media, Jumat (19/6/2026) malam.
Awalnya, warga mengira bau tersebut berasal dari sampah atau bangkai hewan. Namun karena aroma semakin menyengat dan tercium dari arah rumah korban, warga mulai merasa ada sesuatu yang tidak beres.
Saksi kemudian menyampaikan temuannya kepada warga lainnya dan pengurus lingkungan setempat.
Setelah berdiskusi dan mempertimbangkan kondisi rumah korban yang terlihat tertutup rapat serta tidak ada aktivitas selama beberapa hari terakhir, warga memutuskan untuk melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Mendapat laporan dari masyarakat, anggota Polsek Mangkubumi langsung bergerak menuju lokasi guna melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP).
Setibanya di lokasi, petugas bersama warga melakukan pemeriksaan terhadap rumah korban. Ketika pintu rumah berhasil dibuka, petugas menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.
"Akhirnya warga melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian. Kemudian polisi dari Polsek Mangkubumi datang ke lokasi untuk melakukan cek TKP. Ternyata, saat pintu dibuka, kondisi korban memang sudah meninggal dunia di dalam rumahnya, tepatnya di ruang tamu," kata IPTU Ipan.
Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan prosedur kepolisian. Petugas segera mengamankan lokasi guna menghindari kerumunan warga yang ingin melihat secara langsung kondisi di dalam rumah.
Untuk memastikan penyebab kematian korban, Tim Identifikasi Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota diterjunkan ke lokasi kejadian.
Tim melakukan olah tempat kejadian perkara secara menyeluruh guna mengumpulkan berbagai keterangan dan bukti yang diperlukan.
Petugas juga memasang garis polisi atau police line di sejumlah titik, terutama di area halaman luar dan pintu masuk rumah korban.
Langkah tersebut dilakukan agar proses identifikasi dan penyelidikan dapat berjalan lancar tanpa gangguan.
Selain melakukan olah TKP, petugas juga melakukan pendataan terhadap sejumlah saksi yang mengetahui awal mula penemuan korban.
Keterangan para saksi dinilai penting untuk membantu mengungkap kronologi lengkap sebelum korban ditemukan meninggal dunia.
Berdasarkan kondisi jenazah saat ditemukan, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar dua hari sebelum ditemukan warga.
Meski demikian, kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari tim identifikasi dan tenaga medis untuk memastikan penyebab kematian korban secara pasti.
Hingga Jumat malam, aparat kepolisian masih melakukan serangkaian penyelidikan di lokasi kejadian. Belum ditemukan adanya keterangan resmi yang mengarah pada dugaan tindak pidana.
Di lingkungan tempat tinggalnya, Septio Wibowo dikenal sebagai sosok yang ramah dan bersahaja. Sebagai purnawirawan TNI, korban dikenal cukup aktif berinteraksi dengan warga sekitar meskipun dalam beberapa waktu terakhir aktivitasnya mulai berkurang karena faktor usia.
Sejumlah warga mengaku merasa kehilangan atas kepergian korban yang selama ini dikenal baik dan tidak pernah memiliki persoalan dengan lingkungan sekitar. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


