Pasanggiri Mojang Jajaka Kota Banjar 2026 Masuki Babak Final, Ini Sederet Perbedaannya
Pasanggiri Mojang Jajaka Kota Banjar 2026 usai digelar dengan dua kategori, remaja dan dewasa, melalui karantina 3 bulan untuk melahirkan role model muda kreatif dan berwawasan luas.
BANJAR – Pasanggiri Mojang Jajaka (Pasanggiri Moka) Kota Banjar Tahun 2026 akhirnya mencapai puncaknya setelah melalui rangkaian panjang.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, gelaran tahun ini menghadirkan warna baru dengan pembagian kategori peserta yang lebih luas serta proses karantina yang ketat.
Ketua Pelaksana Pasanggiri Moka Kota Banjar, Bagas Abdul Manaf, mengungkapkan bahwa kompetisi tahun ini dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu kategori remaja dan dewasa.
"Untuk tahun sekarang ini kita ada dua kategori, yaitu remaja dan dewasa. Tahun ini diikuti oleh 5 pasang kategori dewasa dan 10 pasang kategori remaja," ujar Bagas saat diwawancarai di sela-sela acara puncak yang digelar di Aula Setda Kota Banjar, Sabtu (20/6/2026).
Antusiasme Peserta dan Asal Sekolah/Kampus
Peserta kategori remaja didominasi oleh pelajar tingkat SLTA sederajat di Kota Banjar. Di antaranya berasal dari SMAN 1 Banjar, SMAN 3 Banjar, serta perwakilan dari seluruh SMK Negeri (SMKN 1, 2, 3, dan 4) Kota Banjar.
Sementara itu, untuk kategori dewasa, selain diikuti oleh siswa kelas 12 (tingkat akhir SLTA), juga diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Bagas menjelaskan bahwa status kampus tidak membatasi kepesertaan, selama yang bersangkutan merupakan warga asli Banjar.
"Ada yang kuliah di Institut Nahdatul Ulama Tasikmalaya, STISIP Bina Putera Banjar, dan Universitas Galuh Ciamis. Untuk yang dewasa, penilaian bukan dilihat dari luar daerahnya, melainkan dari domisili aslinya yang harus merupakan warga Kota Banjar," tuturnya.
Rangkaian Kegiatan Selama 3 Bulan
Proses pemilihan ini tidaklah instan. Bagas menyebutkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan Pasanggiri Moka 2026 ini sebetulnya sudah berjalan selama tiga bulan hingga akhirnya mencapai hari puncak (Grand Final).
Pada hari puncak, acara dimulai sejak pagi hari dan dijadwalkan rampung pada malam hari sekitar pukul 19.00 WIB sesuai dengan rundown yang ditentukan.
Setelah melewati sesi penyampaian pidato (speech), para finalis disaring kembali melalui sesi tanya jawab (Q&A) yang sangat penting. Sesi inilah yang akan menentukan siapa yang layak menyandang gelar Juara 1, Wakil 1, Wakil 2, Harapan, serta juara atribut kategori lainnya.
Kriteria Utama dan Tugas Moka ke Depan
Menjadi seorang Mojang dan Jajaka tidak hanya modal penampilan fisik. Bagas menegaskan bahwa wawasan luas menjadi kriteria paling utama dalam penilaian.
Selama masa karantina, para peserta telah dibekali dengan berbagai materi berbobot untuk membentuk mereka menjadi sosok panutan (role model).
"Tentu kalau untuk kriteria, wawasan itu sangat penting. Kemarin ketika karantina juga kita bekali dengan banyak pematerian dari berbagai segi, karena ke depannya kita mencari sosok panutan," jelasnya.
Setelah terpilih nanti, para pemenang Mojang Jajaka Kota Banjar memiliki tanggung jawab besar untuk aktif berkontribusi bagi daerah. Mereka akan dilibatkan dalam berbagai kegiatan resmi, seperti dalam Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN), penugasan protokoler/penerima tamu daerah dalam upacara atau acara resmi Pemkot Banjar.
"Selain itu, Moka dilibatkan dalam berbagai event strategis, seperti keterlibatan mereka sebelumnya dalam ajang Banjar Creative Festival (BCF) sebagai talent maupun penyambut tamu," imbuh Bagas.
Dengan berakhirnya malam final ini, diharapkan Mojang Jajaka Kota Banjar 2026 yang terpilih dapat menjadi representasi generasi muda Banjar yang kreatif, berwawasan luas, dan siap memajukan potensi daerah. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


