Kerusakan Elektronik Mengintai, Dosen Pacitan Kecam Pemadaman Bergilir PLN
Akademisi Pacitan, Ir Lamema Farandi, desak PLN evaluasi jaringan akibat pemadaman bergilir. Waktu ideal perbaikan dinilai keliru, risiko lonjakan tegangan dan trafo tua mengancam peralatan elektronik warga.
PADANG – Pemadaman listrik bergilir yang terus berulang di Pacitan dinilai tidak hanya mematikan aktivitas warga, tetapi juga berpotensi mempercepat kerusakan peralatan elektronik rumah tangga.
Akademisi, Ir Lamema Farandi, mendesak PLN mengevaluasi jaringan distribusi dan gardu listrik yang dinilai perlu mendapat perhatian serius.
Menurut Lamema, dampak pemadaman berulang tidak bisa hanya diukur dari lamanya listrik padam. Risiko kerusakan elektronik akibat listrik yang mati dan menyala secara berulang juga perlu diperhitungkan.
Tak hanya itu, kata dia, pemadaman yang tidak mempertimbangkan beban kWh per wilayah dapat memicu kerusakan berantai pada peralatan elektronik rumah warga, mulai dari kulkas, rice cooker, perangkat pengisi daya, hingga router internet.
"Kalau detail kWh dalam populasi satu kelurahan atau lintas kecamatan akan banyak kerugian termasuk kerusakan progresif dari alat elektronik rumah seperti kulkas, rice cooker, colokan charger, router wifi, dan banyak lagi," ujarnya, Sabtu (20/6/2026).
Ia menilai, dari sisi teknis, pemeliharaan jaringan seharusnya tidak dilakukan pada jam beban puncak. Menurutnya, sistem distribusi listrik akan lebih aman jika pekerjaan perbaikan dilakukan pada jam dengan konsumsi rendah.
"Sebenarnya kalau perbaikan jaringan PLN lebih ke aspek teknis saat daya semua digunakan. Jadi para teknisi dan otoritas APJ sampai UPJ terutama jaringan di luar jaringan pembangkit Jawa Bali tidak perlu PLN ambil tindakan perbaikan pada jam super sibuk," katanya.
Lamema menyebut waktu ideal pemeliharaan jaringan adalah pada rentang pukul 00.00 hingga 04.00 dini hari agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun fasilitas publik.
"Mestinya perbaikan bisa di atas jam 12 sampai jam 4 pagi. Jadinya save dan zero electricity up to down," ujarnya.
Soroti Risiko Lonjakan Tegangan
Ia juga menyinggung aspek teknis lain yang menurutnya kerap diabaikan dalam proses pemulihan jaringan, yakni potensi lonjakan tegangan saat aliran listrik kembali normal.
Menurut dia, kondisi tersebut dapat berdampak pada kerusakan perangkat elektronik sensitif di rumah pelanggan.
Ia juga menyebut adanya risiko ketidakseimbangan beban fasa yang dapat memicu gangguan pada jaringan tegangan rendah.
Dalam catatannya, Lamema menjelaskan bahwa pemadaman akibat perbaikan jaringan seharusnya berbasis data konsumsi tiap pelanggan, baik 900 VA maupun 1.300 VA pada sistem satu fasa, serta berbeda perlakuan untuk sistem tiga fasa.
Ia juga menyinggung pentingnya modernisasi trafo distribusi dan jaringan JTR (Jaringan Tegangan Rendah) yang menurutnya sudah banyak dalam kondisi tua.
"Bisa-bisa meledak itu trafo dari sambungan JTR (Jaringan Tegangan Rendah)," ujarnya.
Menurutnya, idealnya setiap wilayah memiliki gardu induk yang stabil agar tidak mudah terdampak gangguan beban di sisi pelanggan.
Usulkan Evaluasi Menyeluruh Jaringan
Dalam sejumlah catatannya, Lamema mengusulkan perbaikan jaringan dari sisi teknis, mulai dari penguatan JTM (Jaringan Tegangan Menengah), penggantian trafo lama, hingga pengaturan ulang distribusi daya berdasarkan jarak gangguan terdekat.
Ia juga menilai sebagian besar trafo distribusi saat ini sudah berusia tua dan tidak lagi optimal, sehingga berpotensi menimbulkan gangguan berulang.
"PLN harus segera mengganti total kerugian penggunaan trafo dari pendistribusian JTM ke JTR. Banyak trafo sudah tua, kebanyakan rekondisi dan hanya ganti oli," katanya.
Ia turut menyinggung perlunya evaluasi transparan terhadap sistem pemeliharaan jaringan agar tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat.
Data Pemadaman PLN di Pacitan
Sementara itu, PLN UP3 Ponorogo telah mengumumkan jadwal pemadaman listrik bergilir di wilayah Pacitan pada Sabtu (20/6/2026) dalam beberapa sesi waktu berbeda, mulai pukul 12.00 hingga 20.00 WIB, yang mencakup ratusan desa dan sejumlah fasilitas publik.
Dalam pengumuman resminya, PLN menyebut pemadaman dilakukan karena kendala teknis operasional pada pembangkit yang berdampak pada pengaturan sistem distribusi listrik di wilayah kerja ULP Pacitan.
PLN juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan tersebut.
"PLN terus mengoptimalkan pasokan dari pembangkit yang tersedia serta mempercepat proses pemulihan agar pasokan listrik dapat kembali normal," tulis PLN dalam keterangannya.
Manager PLN UP3 Ponorogo Indradi Pratama menyampaikan bahwa pengaturan operasi sistem masih dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan di wilayah terdampak.
"PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi," ujarnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


