SMAN 5 Makassar Wakili Sulsel ke Nasional, Siti Fauziah: Terus Belajar dan Harumkan Daerah
SMAN 5 Makassar berhasil menjadi juara LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Sulawesi Selatan 2026 dan berhak mewakili Sulsel ke tingkat nasional di Jakarta setelah unggul di babak final dengan raihan 130 poin.
MAKASSAR – Semangat kebangsaan dan kompetisi yang sehat mewarnai pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Sulawesi Selatan 2026. Setelah melalui rangkaian pertandingan yang ketat, SMAN 5 Makassar berhasil keluar sebagai juara dan memastikan diri menjadi wakil Sulawesi Selatan pada ajang LCC Empat Pilar tingkat nasional yang akan digelar di Jakarta.
Kemenangan tersebut diraih setelah tim SMAN 5 Makassar tampil konsisten sejak babak penyisihan hingga final. Pada partai puncak, mereka mengumpulkan 130 poin, unggul atas SMAN 1 Maros yang meraih 110 poin dan SMAN 21 Makassar dengan 95 poin.
Plt. Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, yang bertindak sebagai dewan juri, secara langsung mengumumkan hasil akhir kompetisi tersebut.
"Grup A dari SMAN 21 Makassar memperoleh 95 poin, Grup B dari SMAN 5 Makassar memperoleh 130 poin, dan Grup C dari SMAN 1 Maros memperoleh 110 poin. Dengan demikian, Grup B dari SMAN 5 Makassar menjadi pemenang babak final LCC Empat Pilar MPR RI Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026 dan berhak melanjutkan ke tingkat nasional," ujarnya di Makassar, Sabtu (20/6/2026).
Sejak babak penyisihan, para peserta dari sembilan sekolah menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam menjawab berbagai pertanyaan seputar wawasan kebangsaan, sejarah ketatanegaraan, hingga implementasi nilai-nilai Empat Pilar dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Pada penyisihan pertama, SMAN 21 Makassar tampil sebagai yang terbaik dengan raihan 95 poin, mengungguli SMAN 2 Toraja Utara yang memperoleh 40 poin dan UPT SMAN 11 Pangkajene dan Kepulauan dengan 50 poin.
Persaingan tak kalah sengit terjadi pada penyisihan kedua. SMAN 5 Makassar tampil dominan dengan mengoleksi 115 poin, meninggalkan SMAN 1 Bulukumba yang memperoleh 65 poin serta SMAN 3 Takalar dengan 60 poin.
Sementara pada penyisihan ketiga, SMAN 1 Maros berhasil menjadi juara grup setelah mengumpulkan 110 poin, mengungguli SMAN 17 Makassar yang meraih 65 poin dan SMKN 5 Enrekang dengan 45 poin.
Hasil tersebut mengantarkan tiga sekolah terbaik, yakni SMAN 21 Makassar, SMAN 5 Makassar, dan SMAN 1 Maros, ke babak final. Ketiganya kembali menunjukkan kualitas dan penguasaan materi yang mumpuni. Namun hingga lomba berakhir, SMAN 5 Makassar tetap menjadi yang terbaik.
Dalam kesempatan itu, Siti Fauziah memberikan apresiasi kepada seluruh peserta, guru pembina, dan sekolah yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kompetisi tersebut.
"Selamat kepada para pemenang. Terus belajar dengan lebih rajin karena akan bertanding dengan 37 provinsi lainnya di Jakarta nanti. Semoga bisa mengharumkan nama Sulawesi Selatan di tingkat nasional," tuturnya.
Persiapan Lebih Ketat Menuju Tingkat Nasional
Di balik keberhasilan SMAN 5 Makassar, terdapat perjuangan panjang yang dijalani para anggota tim. Salah satunya diceritakan oleh Zyzy Prizilia, anggota tim yang bergabung sebagai pemain pengganti.
Menurut Zyzy, tantangan terbesarnya adalah mengejar materi yang sebelumnya telah dipelajari oleh rekan-rekan setimnya.
"Saya adalah pengganti salah satu teman dari tim sebelumnya. Tantangan terbesar saya adalah mengejar materi-materi yang sudah dipelajari oleh teman-teman lainnya karena jumlah materinya cukup banyak," ungkapnya.
Meski demikian, kerja keras dan latihan yang konsisten akhirnya membuahkan hasil. Ia menjelaskan bahwa tim menjalani berbagai bentuk persiapan, mulai dari pendalaman materi, latihan soal, hingga simulasi babak rebutan.
"Kami melakukan latihan secara rutin sesuai jadwal dan tempat yang telah ditentukan. Untuk persiapan di tingkat nasional tentu harus lebih ketat dan lebih ekstra lagi dalam menguasai materi-materi terkait Empat Pilar," katanya.
Dengan penuh optimisme, Zyzy dan rekan-rekannya kini membidik prestasi yang lebih tinggi di tingkat nasional.
"Harapan kami tentu ingin selalu menjadi juara dan semoga doa-doa kami dilangitkan oleh Yang Maha Kuasa," tambahnya.
Guru pembina SMAN 5 Makassar, Suhartini Nasir, mengungkapkan bahwa keberhasilan timnya tidak datang secara instan. Proses pembinaan telah dimulai sejak seleksi tingkat kota dengan menjaring siswa-siswa terbaik yang memiliki minat besar terhadap wawasan kebangsaan.
"Setelah LCC sebelumnya, antusiasme siswa sangat tinggi. Untuk mendapatkan 10 peserta terbaik, kami melakukan seleksi dari sekitar 100 siswa yang mengikuti proses penjaringan," jelasnya.
Menurut Suhartini, salah satu tantangan terbesar selama pembinaan adalah menyelaraskan jadwal latihan dengan aktivitas akademik para peserta yang berasal dari tingkat kelas berbeda.
"Tantangan terbesar adalah menyelaraskan jadwal anak-anak karena mereka berasal dari kelas yang berbeda-beda dan tetap memiliki tanggung jawab utama untuk belajar," ujarnya.
Selain menjaga kedisiplinan belajar, pihak sekolah juga berupaya mempertahankan motivasi peserta agar tetap tinggi selama masa persiapan. Kepada para siswa, Suhartini selalu menekankan pentingnya menikmati proses dan menjadikan hasil sebagai bonus dari kerja keras.
Menghadapi kompetisi nasional, SMAN 5 Makassar akan memberikan perhatian khusus pada sesi tematik yang dianggap sebagai bagian paling menentukan dalam perlombaan.
"Menurut saya, tematik adalah gong-nya LCC karena di situlah kemampuan peserta untuk memahami dan mereduksi berbagai persoalan bangsa benar-benar diuji," katanya.
Belajar dari pengalaman sebelumnya yang hanya mampu mencapai babak semifinal, pihak sekolah berencana meningkatkan intensitas pembinaan, termasuk memperpanjang masa karantina peserta agar persiapan lebih maksimal.
Lebih dari sekadar mengejar gelar juara, Suhartini berharap keikutsertaan dalam LCC Empat Pilar mampu melahirkan generasi muda yang memahami nilai-nilai kebangsaan dan mampu menjadi teladan di lingkungan masing-masing.
"Saya berharap anak-anak bisa menjadi teladan, minimal untuk dirinya sendiri dan lingkungan terdekatnya. Mereka harus memahami bahwa kebijakan-kebijakan MPR menyentuh banyak aspek kehidupan dan dapat memperkuat mentalitas generasi muda," tuturnya.
Pada penutupan acara, panitia juga memberikan penghargaan Yel-yel Terbaik yang disambut meriah seluruh peserta. Penghargaan tersebut diraih oleh UPT SMAN 11 Pangkajene dan Kepulauan, SMAN 5 Makassar, serta SMAN 1 Maros, menambah semarak kompetisi yang tidak hanya menguji pengetahuan, tetapi juga kreativitas dan kekompakan para peserta. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


