Advertisement
Peristiwa Daerah

Baru 7 Ribu Ternak di Pacitan Terima Vaksin, Stok Masih Menumpuk 20 Ribu Dosis

Capaian vaksinasi ternak di Kabupaten Pacitan masih jauh dari target.

TIMES Indonesia,
Baru 7 Ribu Ternak di Pacitan Terima Vaksin, Stok Masih Menumpuk 20 Ribu Dosis
Petugas kesehatan hewan di Pacitan saat menyuntik sapi. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)
A-AA+

PACITAN Capaian vaksinasi ternak di Kabupaten Pacitan masih jauh dari target.

Hingga akhir Juni 2026, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pacitan baru menyuntikkan sekitar 7.000 dosis vaksin, sementara stok yang masih tersimpan mencapai 20.000 dosis.

Advertisement

Di tengah kewaspadaan pasca-temuan kasus antraks di Kecamatan Pringkuku, pemerintah daerah terus mendorong percepatan vaksinasi untuk memperkuat kekebalan ternak dan mencegah penyebaran penyakit.

Kepala DKPP Pacitan Sugeng Santoso mengatakan hingga saat ini belum ditemukan kasus antraks baru. Namun upaya vaksinasi tetap dilakukan secara masif di sejumlah wilayah.

"Data terakhir capaian vaksin sekitar 7.000 dosis. Saat ini masih tersedia sekitar 20.000 dosis dan vaksinasi terus dilakukan," kata Sugeng, Senin (22/6/2026).

Menurut dia, keberhasilan pengendalian penyakit hewan tidak hanya bergantung pada petugas kesehatan hewan, tetapi juga kesadaran peternak untuk memanfaatkan layanan yang telah disediakan pemerintah.

"Harapannya masyarakat lebih proaktif terhadap kegiatan dan program pelayanan kesehatan hewan sehingga kekebalan ternak semakin baik," ujarnya.

Advertisement

Saat ditanya apakah rendahnya capaian vaksinasi dipengaruhi adanya penolakan dari peternak, Sugeng mengakui respons masyarakat di lapangan tidak selalu sama. 

Sebagian peternak menerima program vaksinasi, namun ada pula yang masih memerlukan pendekatan dan edukasi lebih lanjut dari petugas.

"Ada beberapa yang memang perlu pendekatan dan memberikan edukasi dulu ke masyarakat. Respons masyarakat beda-beda," kata Sugeng.

Menurutnya, petugas kesehatan hewan terus melakukan sosialisasi kepada peternak mengenai pentingnya vaksinasi sebagai langkah pencegahan penyakit menular. 

Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga cakupan vaksinasi dapat terus bertambah dan stok vaksin yang tersedia bisa terserap optimal.

Vaksinasi dilakukan setelah muncul kasus kematian ternak yang diduga akibat antraks di Dusun Janglot, Desa Pelem, Kecamatan Pringkuku.

Sejak kasus tersebut ditemukan, pemerintah melakukan serangkaian langkah pengendalian mulai dari vaksinasi, desinfeksi kandang, pengobatan, hingga pemantauan kesehatan ternak di wilayah terdampak.

Selain antraks, vaksinasi juga menjadi bagian dari upaya pencegahan penyakit menular lain seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sempat menyerang populasi ternak di berbagai daerah.

Berdasarkan data DKPP, populasi sapi di Pacitan mencapai sekitar 59.000 ekor. Dengan jumlah tersebut, cakupan vaksinasi yang baru mencapai 7.000 dosis masih menyisakan pekerjaan besar bagi pemerintah daerah.

DKPP Pacitan mengimbau peternak segera melaporkan apabila menemukan ternak yang mengalami gejala sakit, perubahan perilaku, atau kematian mendadak agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan penyebaran penyakit bisa dicegah. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Yusuf Arifai
PenulisYusuf ArifaiMagister Ilmu Hukum (MH) Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Wartawan Madya Nomor 21969-Unitomo/Wdya/DP/X/2024/21/10/93, Editor Bahasa Arab dan Penulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2021.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia