Advertisement
Peristiwa Daerah

Antisipasi Kekeringan, Dinas Pertanian Kabupaten Malang Gandeng TNI Siagakan Pompa Air di Koramil

Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang menggandeng TNI untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, termasuk ancaman kekeringan.

TIMES Indonesia,
Antisipasi Kekeringan, Dinas Pertanian Kabupaten Malang Gandeng TNI Siagakan Pompa Air di Koramil
Ilustrasi pertanian di Kabupaten Malang. (Dok. TIMES Indonesia)
A-AA+

Malang Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang menggandeng TNI untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, termasuk ancaman kekeringan yang diprediksi dapat terjadi akibat fenomena Godzilla El Nino

Kolaborasi tersebut dilakukan dengan menyiagakan puluhan pompa air yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Malang. Pompa-pompa tersebut dapat segera digerakkan apabila terdapat lahan pertanian yang mengalami kekeringan.

Advertisement

Kepala DTPHP Kabupaten Malang, Avicenna M Saniputera mengatakan, hingga saat ini pihaknya memang belum menerima laporan adanya lahan pertanian yang terdampak kekeringan. Namun, berbagai langkah antisipasi telah disiapkan sejak dini.

"Belum ada laporan-laporan kejadian khusus kekeringan, tapi kami sudah punya cadangan beberapa pompa yang ada di Brigade Kodim," kata Avicenna.

Ia menjelaskan, setiap Koramil di Kabupaten Malang telah memiliki unit pompa yang disiagakan untuk menghadapi kondisi darurat akibat cuaca ekstrem.

"Setiap Koramil punya unit pompa, itu dicadangkan untuk mengatasi jika terjadi hal-hal yang berkaitan dengan cuaca ekstrem," ujarnya.

Avicenna menyebutkan, total terdapat sekitar 85 unit pompa yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Malang.

Advertisement

"Jumlahnya ada sekitar 85. Itu tersebar di seluruh wilayah. Di setiap Koramil itu ada, di-standby-kan di sana," jelasnya.

Dengan skema tersebut, pompa dapat segera digerakkan apabila ada kelompok tani maupun masyarakat yang membutuhkan bantuan air untuk lahan pertanian yang mengalami kekeringan.

Menurut Avicenna, peran TNI melalui jajaran Koramil dan Babinsa menjadi bagian penting dalam percepatan penanganan di lapangan.

"Kalau ada dari kelompok tani atau masyarakat yang mengalami kekeringan, itu bisa digerakkan ke sana. Jadi dikawal teman-teman Babinsa setempat," katanya.

Ia menambahkan, petani yang mengalami kendala di lapangan dapat segera melapor kepada Babinsa maupun penyuluh pertanian yang bertugas di wilayah masing-masing.

"Petani bisa melapor ke Babinsa atau penyuluh kita. Jadi memang sekarang konsep pertanian itu didampingi juga oleh TNI dan Polri," ujarnya.

Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi salah satu strategi Pemerintah Kabupaten Malang untuk menjaga produktivitas pertanian di tengah ancaman perubahan iklim.

Apalagi, saat ini Kabupaten Malang mulai memasuki puncak musim kemarau yang umumnya berlangsung pada Juli hingga Agustus. Kondisi tersebut membuat kewaspadaan terhadap potensi kekeringan harus terus ditingkatkan.

Meski demikian, Avicenna memastikan bahwa aktivitas pertanian hingga kini masih berjalan normal. Sistem irigasi yang relatif baik membuat kebutuhan air bagi tanaman pangan, khususnya padi, masih dapat terpenuhi. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Achmad Fikyansyah
PenulisAchmad FikyansyahSarjana Sastra Inggris (S.S) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Bergabung ke TIMES Indonesia sejak Maret 2023. Meliput berbagai topik, utamanya pendidikan dan ekonomi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia