Suara Ledakan Warnai Munas-Konbes NU di Kediri, PBNU Minta Diusut
Ledakan keras saat penutupan Munas-Konbes NU di Ponpes Al Falah, Kediri, bikin peserta panik. Diduga dari genset, tapi sumber pasti belum jelas dan diminta segera diinvestigasi.
KEDIRI – Ledakan keras terjadi saat penutupan persidangan Musyawarah Nasional Alim Ulama (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Al Falah, Ploso, Kediri, Jawa Timur, Senin (22/6/2026). Insiden tersebut membuat peserta panik dan berhamburan keluar ruangan.
Ledakan terjadi ketika rangkaian persidangan hampir berakhir. Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan mengenai korban maupun kerusakan akibat kejadian tersebut.
Informasi awal menyebutkan ledakan diduga berasal dari genset yang berada di lokasi kegiatan. Namun, penyebab pasti insiden itu masih belum diketahui.
Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ikhsan Abdullah, meminta peristiwa tersebut segera diinvestigasi untuk memastikan sumber ledakan.
"Ledakan ini harus diselidiki. Apakah murni genset yang meledak. Apakah salah satu bentuk teror? Ini harus diivestigasi secepatnya," ujar Ikhsan.
Ledakan terjadi di tengah pelaksanaan Munas dan Konbes NU 2026 yang diikuti jajaran PBNU serta Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dari seluruh Indonesia.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan seluruh persiapan forum organisasi tersebut telah dimatangkan. Kegiatan dibagi dalam dua lokasi, yakni pembukaan di Pondok Pesantren Al Falah, Kediri, dan penutupan di Bangkalan, Madura.
"Persiapan sudah terus dilakukan. Munas-Konbes insya Allah Presiden hadir pada saat penutupan," kata Gus Ipul, Sabtu (20/6/2026).
Menurut Gus Ipul, agenda penutupan Munas-Konbes NU dijadwalkan berlangsung di STAI Syaichona Moh. Cholil, Bangkalan, Selasa (23/6/2026), dan direncanakan dihadiri Presiden Prabowo Subianto.
Hingga saat ini, panitia maupun pihak berwenang belum menyampaikan keterangan resmi mengenai penyebab ledakan yang terjadi di lokasi persidangan tersebut. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


