Pangdam IV Diponegoro Tinjau Lokasi Yonif TP Bataliyon, Desa Harjasari Tegal Jadi Titik Ekonomi Baru
Pangdam IV Diponegoro meninjau lahan eks Perhutani di Harjasari, Tegal, untuk pembangunan Yonif TP seluas 51 hektare yang akan diperkuat 1.500 personel dan jadi motor pertahanan serta ekonomi baru.
TEGAL – Pangdam IV Diponegoro Mayor Jenderal TNI Achiruddin Darojat melakukan kunjungan kerja ke Desa Harjasari, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, guna meninjau lokasi rencana pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP), Senin (22/6/2026).
Dijelaskan Pangdam IV, lokasi sebelumnya merupakan lahan milik Perhutani dan kini disiapkan sebagai titik strategis pertahanan dan perekonomian baru sekaligus pusat penguatan pembangunan wilayah.
Kedatangan Pangdam IV Diponegoro.bersama rombongan diawali dengan pendaratan helikopter di lapangan Desa Talok. Suara baling-baling itu memecah udara pagi dan menjadi perhatian warga sekitar.menyaksikan momen tidak biasa tersebut.
Setelah mendarat, Pangdam IV didampingi Dandim 0712 Tegal langsung bergerak menuju lokasi utama pembangunan yang telah disiapkan di kawasan Desa Harjasari.
Dalam keterangan di lokasi transit kantor Kecamatan Pangkah, Pangdam IV menegaskan lahan itu seluas lebih dari 51 hektare telah melalui proses koordinasi lintas instansi dan dinilai memenuhi syarat untuk pembangunan satuan baru.
“Lahan seluas 51 hektare lebih ini semula milik Perhutani dan semua sudah terkoordinasi sehingga lokasi ini layak dibangun TP Batalyon yang rencananya akan dihuni 1500 personel,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pembangunan Yonif TP akan dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, sekitar 500 personel akan lebih dulu ditempatkan sebelum dilanjutkan dengan tahap berikutnya hingga mencapai kapasitas penuh.
“Untuk saat ini dalam tahap I pembangunan akan tiba sekitar 500 personil ditempatkan sementara di Pangkah selama pembangunan berlangsung dan kemudian lanjut tahap ke 2 dan ketiga,” kata dia.
Peninjauan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kondisi geografis lahan, akses jalan menuju lokasi, hingga kesiapan area yang digunakan sebagai fasilitas utama maupun pendukung.
Selanjutnya Pangdam IV Diponegoro dengan tegas menekankan pentingnya perencanaan matang agar pembangunan berjalan sesuai target dan kebutuhan operasional satuan.
Selain lokasi utama di Harjasari, rombongan juga meninjau lokasi transit sementara di Kecamatan Pangkah. Fasilitas PG Pangkah ini nantinya akan digunakan sebagai tempat penampungan awal 500 personel sebelum seluruh infrastruktur di markas utama selesai dibangun.
Dalam kesempatannya Pangdam IV Diponegoro menyoroti pentingnya sinergi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Menurutnya, kerja sama yang sudah terjalin selama ini menjadi fondasi utama untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan lancar.
“Kunci keberhasilan pembangunan ini adalah sinergi. TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat harus berjalan bersama,” ujar Pangdam kepada awak media.
Pembangunan Yonif TP di Kabupaten Tegal tidak hanya dimaksudkan sebagai penguatan pertahanan wilayah, tetapi juga justru membawa konsep teritorial pembangunan.
Artinya, keberadaan satuan ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak pembangunan daerah, termasuk pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar.
Kehadiran ratusan hingga ribuan personel TNI diperkirakan akan memberikan dampak ekonomi langsung, mulai dari peningkatan aktivitas perdagangan, kebutuhan logistik, hingga peluang kerja bagi warga lokal.
“Harapannya tentu bisa membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan perekonomian warga masyarakat di Kabupaten Tegal" tandas Pangdam IV Diponegoro.
Secara strategis, keberadaan Yonif TP juga dinilai memperkuat sistem pertahanan di wilayah barat Provinsi Jawa Tengah.
Kabupaten Tegal memiliki posisi geografis penting dianggap membutuhkan penguatan satuan teritorial untuk mendukung kesiapsiagaan pertahanan, memperkuat kehadiran negara di tengah masyarakat.
Dengan dimulainya peninjauan ini, pembangunan Yonif TP di Harjasari menjadi langkah awal dari proyek besar yang menggabungkan fungsi pertahanan dan pembangunan daerah dalam satu kesatuan visi.
Jika berjalan sesuai rencana, kawasan tersebut akan berkembang menjadi titik pusat aktivitas sekaligus penggerak ekonomi baru di Kabupaten Tegal. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


