Saling Berbagi Kesempatan, Jemaah Haji Indonesia JKG 25 Berbagi Akses ke Raudhah
Berbagi kesempatan sesama jemaah haji Indonesia sangatlah diperlukan agar semua bisa mendapatkan kesempatan yang sama, seperti halnya kesempatan berziarah ke Raudhah di Masjid Nabawi Madinah.
JAKARTA – Berbagi kesempatan sesama jemaah haji Indonesia sangatlah diperlukan agar semua bisa mendapatkan kesempatan yang sama, seperti halnya kesempatan berziarah ke Raudhah di Masjid Nabawi Madinah.
Jemaah haji Indonesia embarkasi dan kelompok terbang JKG 25 berbagi kesempatan kepada sesama jemaahnya untuk berziarah ke Raudhah di Masjid Nabawi Madinah melalui aplikasi Nusuk.
“Program pertama yang kita utamakan adalah saling memberikan kesempatan. Di antaranya, ada beberapa kalangan muda kita yang sangat melek IT. Mereka dengan suka rela memberikan beberapa peluang untuk masuk ke Raudhah bagi jemaah yang sudah lanjut usia,” ucap Ketua kloter JKG 25 Taih Sulaiman kepada Media Center Haji di Madinah dikutip pada Senin (22/6/2026).
Menurutnya, ada beberapa jemaahnya yang terlambat masuk ke Raudhah karena kondisi kesehatan tetapi karena kesempatan dan koordinasi yang baik, akhirnya seluruh jemaah berkesempatan masuk Raudhah.
“Baru malam, jelang satu malam sebelum kepulangan, tapi dengan sigap anak muda beserta beberapa petugas, alhamdulillah semua jemaah sudah selesai masuk ke Raudhah,” ujar Taih Sulaiman.
Selain program berbagi kesempatan masuk ke Raudhah, Taih Sulaiman juga mengajak para jemaah hajinya untuk saling menjaga satu dengan lainnya hingga muncul rasa persaudaraan antar jemaah.
“Sampai saat ini kami beserta para jemaah merasakan persaudaraan yang di atas segala-galanya yang tua sangat mencintai yang muda, yang muda sangat menghormati yang tua,” ungkapnya.
Sebagai orang yang dipercayai memimpin jemaah, Taih Sulaiman menegaskan bahwa seluruh jemaah hajinya telah tertib dan mematuhi arahan-arahan yang diberikan oleh petugas meskipun ada kendala teknis yang harus dialami jemaah mengenai lingkungan.
“Semua jemaah, alhamdulillah, melaksanakan semua arahan yang diberikan oleh petugas. Hanya saja mungkin ada beberapa kondisi yang belum bisa akrab dengan jemaah,” ungkap Taih Sulaiman.
“Di antaranya, ada jemaah kita yang kesulitan untuk bisa menjangkau sendalnya sampai kakinya ada yang harus dirawat oleh beberapa tenaga medis kita karena adaptasi dengan lingkungan yang belum maksimal,” sambungnya.
Terakhir, Taih Sulaiman berharap jemaah haji Indonesia yang akan datang memiliki fisik yang prima agar ibadah selama penyelenggaraan haji dapat berjalan dengan lancar.
“Oleh karena itu, mungkin secara medis, kekuatan untuk bisa melaksanakan haji harus betul-betul dicek saat MCU sehingga semua jemaah merasakan nikmatnya ibadah bukan karena kurang sehat, tapi mereka menikmati ibadah karena memang mereka prima dalam pekerjaan dan dalam ibadahnya,” tandas Taih Sulaiman. (*/MCH)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


