Warga Bondowoso Bingung Desil DTSEN Berubah, Dinsos Catat Kenaikan Jumlah Keluarga di Desil 1–4
Perubahan status desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) memunculkan tanda tanya di kalangan masyarakat Bondowoso.
BONDOWOSO – Perubahan status desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) memunculkan tanda tanya di kalangan masyarakat Bondowoso. Sejumlah warga mengaku terkejut, setelah mengetahui posisi desil mereka berubah tanpa pernah merasa ada proses pendataan langsung maupun pemberitahuan sebelumnya.
Salah satunya dirasakan Sincha, warga Desa Kembang, Kabupaten Bondowoso. Ia mengaku baru mengetahui keluarganya masuk dalam kategori Desil 6 setelah mencoba mengecek data DTSEN.
Pengecekan itu dilakukan karena sang ibu belakangan tidak lagi menerima sejumlah bantuan sosial yang sebelumnya rutin diperoleh.
“Pantas saja mama saya jarang dapat bantuan. Dulu biasanya dapat bantuan macam-macam,” ujarnya, Selasa (23/6/2026).
Menurutnya, perubahan status tersebut membuatnya heran. Pasalnya, kondisi ekonomi keluarganya dinilai tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan sebelumnya. Ia pun mempertanyakan mekanisme penentuan desil yang dinilai kurang dipahami masyarakat.
Di satu sisi, ia memahami bahwa pembaruan data diperlukan untuk mengukur efektivitas program pengentasan kemiskinan. Namun di sisi lain, masyarakat membutuhkan penjelasan yang lebih terbuka mengenai pihak yang melakukan verifikasi maupun indikator yang digunakan dalam menentukan status desil.
“Cuma bingung siapa yang survei, siapa yang mengubah. Kalau itu dari pemerintah pusat, apa orang kementerian tahu rumah saya, tanya sama keluarga saya?” katanya.
Fenomena perubahan desil ini terjadi di tengah bertambahnya jumlah keluarga Bondowoso yang masuk kelompok Desil 1 hingga Desil 4 pada semester pertama 2026.
Data Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Bondowoso menunjukkan jumlah keluarga pada Desil 1 meningkat sebanyak 1.198 keluarga. Dengan tambahan tersebut, total keluarga yang masuk kategori Desil 1 kini mencapai 46.277 keluarga atau sekitar 104.368 jiwa.
Kenaikan juga tercatat pada kelompok desil lainnya. Jumlah keluarga di Desil 2 bertambah 381 keluarga, Desil 3 naik 221 keluarga, dan Desil 4 meningkat 143 keluarga.
Sebaliknya, jumlah keluarga yang berada pada Desil 5 mengalami penurunan sebanyak 89 keluarga.
Perubahan komposisi data tersebut memunculkan berbagai pertanyaan di masyarakat, terutama terkait mekanisme pembaruan DTSEN yang menjadi dasar penyaluran berbagai program bantuan sosial pemerintah.
Warga berharap pemerintah dapat memberikan sosialisasi yang lebih jelas agar masyarakat memahami alasan perubahan status desil serta dampaknya terhadap akses bantuan sosial yang diterima.
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


