Advertisement
Peristiwa Daerah

Gresik Perkuat Ekosistem Peternakan Domba

Pemkab Gresik memperkuat ekosistem peternakan melalui hilirisasi kambing dan domba untuk mendorong peternak mampu menghasilkan produk olahan bernilai ekonomi lebih tinggi.

TIMES Indonesia,
Gresik Perkuat Ekosistem Peternakan Domba
Sekda Akhmad Washil saat membuka kegiatan kerja berbasis peternakan di Dinas Pertanian Gresik. (Foto: Akmal/TIMES Indonesia)
A-AA+

GRESIK Kabupaten Gresik, Jawa Timur memperkuat ekosistem peternakan melalui hilirisasi kambing dan domba. Upaya ini diarahkan untuk mendorong peternak mampu menghasilkan produk olahan bernilai ekonomi lebih tinggi.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, saat membuka kegiatan Gresik Krawu Enak (Kerja Berbasis Wirausaha Peternakan), Selasa (23/06/2026).

Advertisement

Menurut Sekda Washil, hilirisasi menjadi langkah penting untuk memperkuat daya saing sektor peternakan.

Melalui proses pengolahan, pengemasan, hingga pemasaran yang baik, hasil peternakan dapat memiliki nilai tambah dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

“Hilirisasi ini penting agar peternak kita naik kelas. Kambing dan domba tidak hanya berhenti dijual dalam bentuk ternak hidup, tetapi dapat dikembangkan menjadi berbagai produk yang memiliki nilai tambah dan peluang pasar lebih luas,” ujar Sekda Washil.

Dia menjelaskan, Gresik memiliki potensi besar untuk mengembangkan sektor tersebut. Saat ini populasi kambing dan domba di Kabupaten Gresik mencapai sekitar 192 ribu ekor.

Potensi tersebut menjadi modal penting dalam membangun ekosistem peternakan yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Advertisement

Menurutnya, penguatan ekosistem peternakan tidak hanya berbicara mengenai peningkatan produksi ternak, tetapi juga mencakup rantai usaha dari hulu hingga hilir.

Mulai dari pembibitan, manajemen pemeliharaan, penyediaan pakan, pemotongan melalui Rumah Potong Hewan (RPH), pengolahan hasil ternak, hingga pemasaran produk.

“Potensinya sangat besar. Daging bisa diolah menjadi berbagai produk makanan, susu dapat dikembangkan menjadi produk olahan, kulit bisa menjadi bahan kerajinan, sementara limbah ternak juga dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik yang bernilai ekonomi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Gresik, Eko Anindito Putro, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen dalam memperkuat sektor peternakan.

Menurut Eko, selama ini pemerintah telah melakukan berbagai upaya penguatan sektor hulu, seperti pembinaan pembibitan, peningkatan tata kelola pemeliharaan, hingga pengembangan manajemen pakan ternak.

“Pengembangan sektor peternakan tidak cukup hanya dari sisi produksi. Kita perlu mendorong peternak agar mampu mengolah hasil ternaknya menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi,” ujarnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Akmalul Azmi
PenulisAkmalul AzmiSarjana Ilmu Komunikasi Universitas Trunojoyo Madura (2017). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan isu internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia