Ahmad Luthfi Prioritaskan Perbaikan Tanggul Jebol, Rob di Tayu Pati Segera Ditangani
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memprioritaskan perbaikan tanggul jebol sepanjang 450 meter di Desa Tunggulsari, Tayu, Pati, untuk menghentikan genangan rob yang merendam permukiman warga.
Pati – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) bergerak cepat menangani bencana rob yang melanda Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati. Perbaikan tanggul jebol sepanjang sekitar 450 meter menjadi langkah prioritas untuk menghentikan masuknya air laut ke permukiman warga.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meninjau langsung lokasi terdampak rob pada Selasa (23/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia memastikan rehabilitasi tanggul menjadi fokus utama penanganan darurat guna melindungi masyarakat dari genangan yang terus terjadi.
“Rob di wilayah Tayu, Pati, sudah kita cek, sudah kita rapatkan dan finalkan. Hari ini sudah kita ambil keputusan bahwa yang paling utama dalam waktu dekat adalah membuat tanggul,” kata Ahmad Luthfi.
Untuk mendukung percepatan penanganan, Pemprov Jawa Tengah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp400 juta guna memperbaiki tanggul yang jebol. Rehabilitasi tersebut diharapkan mampu menahan limpasan air laut agar tidak kembali menggenangi kawasan permukiman.
Selain memperbaiki infrastruktur, pemerintah juga menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak dengan total nilai mencapai Rp316 juta. Bantuan tersebut mencakup logistik, bahan pangan, obat-obatan, perlengkapan sekolah, serta kebutuhan dasar lainnya.
Saat memimpin rapat terbatas di lokasi, Ahmad Luthfi meminta pemerintah desa memastikan seluruh bantuan segera didistribusikan kepada warga yang membutuhkan.
“Kepala desa tolong pastikan bantuan ini tepat sasaran. Segera bagikan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menginstruksikan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah untuk terus melakukan pendampingan kepada warga terdampak. Tim kesehatan telah diterjunkan ke lokasi, sementara Dinas Pendidikan diminta memetakan dampak rob terhadap sekolah dan peserta didik agar bantuan dapat segera diberikan.
Untuk solusi jangka menengah dan panjang, Pemprov Jawa Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Pati dan instansi terkait akan menyusun langkah penanganan yang lebih komprehensif. Sejumlah opsi yang disiapkan antara lain penanaman mangrove di kawasan pesisir, pembangunan tanggul permanen, hingga pembangunan breakwater atau pemecah gelombang dengan dukungan pemerintah pusat.
“Jangka panjang pasti masih banyak yang harus kita lakukan. Nanti akan kita rapatkan kembali untuk mengambil langkah-langkah yang lebih komprehensif,” kata Luthfi.
Kehadiran gubernur di tengah warga terdampak disambut haru. Sugiono, salah seorang warga, bahkan memeluk Ahmad Luthfi sambil menyampaikan harapan agar tanggul yang jebol segera diperbaiki sehingga rob tidak lagi menggenangi kampung mereka.
“Beberapa hari air tidak pernah surut karena tanggul jebol. Semoga dengan kunjungan gubernur dan bantuan yang diberikan bisa bermanfaat bagi warga kami,” ujar Sugiono.
Hal serupa disampaikan Jumiah, warga yang rumahnya sempat dikunjungi gubernur. Ia mengaku genangan rob sempat mencapai sekitar 50 sentimeter di dalam rumahnya.
“Kemarin airnya lumayan tinggi. Terima kasih Pak Gubernur sudah mau berkunjung dan menengok kami,” katanya.
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat sekaligus menyiapkan solusi berkelanjutan guna mengurangi risiko rob yang selama ini kerap mengancam kawasan pesisir Tayu. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


