Advertisement
Peristiwa Daerah

Aktivitas Vulkanik Anak Krakatau Tinggi, Masyarakat Pesisir Selat Sunda Diminta Siaga

Aktivitas Gunung Anak Krakatau meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Masyarakat, nelayan, dan wisatawan diminta menjauhi radius dua kilometer dari kawah.

TIMES Indonesia,
Aktivitas Vulkanik Anak Krakatau Tinggi, Masyarakat Pesisir Selat Sunda Diminta Siaga
Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. (Foto: PVMBG)
A-AA+

JAKARTA Peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau kembali menjadi perhatian bagi masyarakat di sekitar Selat Sunda. Dalam beberapa waktu terakhir, gunung api yang berada di perairan antara Pulau Jawa dan Sumatra tersebut menunjukkan aktivitas yang cukup tinggi, sehingga kewaspadaan masyarakat pesisir diminta untuk ditingkatkan.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Suwarno, mengatakan aktivitas vulkanik yang meningkat terpantau melalui pengamatan visual maupun data kegempaan yang direkam oleh peralatan pemantauan.

Advertisement

"Saat ini Gunung Anak Krakatau masih menunjukkan aktivitas vulkanik yang cukup tinggi sehingga masyarakat diimbau tetap waspada dan tidak mendekati kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona bahaya," ujarnya, Rabu (24/6/2026).

Aktivitas Vulkanik Masih Terekam

Pemantauan terhadap Gunung Anak Krakatau dilakukan secara intensif selama 24 jam. Langkah tersebut dilakukan untuk mendeteksi setiap perubahan aktivitas gunung api dan menjadi dasar dalam menentukan upaya mitigasi bencana.

Berdasarkan hasil pemantauan, aktivitas kegempaan dan embusan masih terus terekam oleh alat pengamatan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa proses vulkanik di Gunung Anak Krakatau masih berlangsung dan berpotensi menimbulkan bahaya apabila masyarakat berada terlalu dekat dengan pusat aktivitas.

Radius Dua Kilometer dari Kawah Masih Dilarang

Saat ini Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level II atau Waspada.

Advertisement

Karena itu, masyarakat, wisatawan, dan nelayan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius dua kilometer dari kawah aktif.

"Nelayan dan wisatawan diminta untuk tidak mendekati dalam radius dua kilometer dari kawah Gunung Anak Krakatau," kata Suwarno.

Pembatasan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya erupsi maupun lontaran material vulkanik yang dapat membahayakan keselamatan.

Nelayan Diminta Pantau Informasi Resmi

Selain menjaga jarak dari kawasan berbahaya, para nelayan yang beraktivitas di sekitar perairan Selat Sunda juga diminta untuk selalu memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan kondisi cuaca sebelum melaut.

Otoritas vulkanologi mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi dan hanya mengacu pada informasi resmi yang disampaikan oleh lembaga berwenang.

Langkah ini penting untuk mencegah munculnya kepanikan sekaligus memastikan setiap keputusan yang diambil masyarakat didasarkan pada data yang valid.

Dengan pemantauan yang dilakukan secara berkelanjutan, potensi risiko akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau diharapkan dapat diantisipasi lebih dini sehingga keselamatan masyarakat di kawasan Selat Sunda tetap terjaga.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Imadudin Muhammad
PenulisImadudin MuhammadBergabung di TIMES Indonesia sejak 2015, menulis soal Olahraga, Pariwisata, Tekno, hingga Event Internasional. Bagian tim Pemeriksa Fakta, memastikan berita tetap berita akurat, relevan, dan terpercaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia