Menko AHY Pastikan Proyek Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo Sesuai SOP
Menko AHY meninjau proyek pembangunan kompleks terpadu Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo senilai Rp122 miliar dengan standar keselamatan tinggi.
SURABAYA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), melakukan kunjungan kerja sekaligus meninjau langsung proyek pembangunan kompleks fasilitas terpadu di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo.
Kehadiran Menko AHY di tengah ratusan santri ini menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam menghadirkan sarana pendidikan keagamaan yang aman dan representatif. Rekonstruksi total ini menjadi penataan ulang infrastruktur pendidikan berbasis pesantren dengan mengutamakan standar keselamatan tertinggi.
Proyek infrastruktur fasilitas publik seperti ini menjadi fokus utama pengawasan ketat pemerintah. Langkah ini berkaca pada runtuhnya bangunan musala saat proses renovasi dan pengecoran yang pernah melanda Ponpes Al-Khoziny pada akhir September 2025 lalu. Saat insiden itu terjadi, AHY menekankan pentingnya audit total, kepatuhan terhadap SOP, serta penerapan standar keselamatan dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang ketat pada bangunan publik, termasuk institusi pesantren.
Kini, progres fisik pembangunan kompleks baru tersebut berjalan positif dan telah melampaui angka 50 persen. Di hadapan para pengasuh dan santri, Menko AHY menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran proyek yang ditargetkan rampung dalam beberapa bulan ke depan. Langkah konkret ini diharapkan mampu mengembalikan fungsi Ponpes Al-Khoziny sebagai salah satu pusat pendidikan Islam di Jawa Timur.
"Alhamdulillah, pembangunan terus berjalan dengan baik dan saat ini bisa dikatakan sudah lebih dari 50 persen. Mudah-mudahan dalam beberapa bulan ke depan bisa benar-benar tuntas. Insyaallah pada saatnya pondok pesantren ini berdiri dengan lebih baik lagi dan lebih barokah lagi untuk semuanya," ujar Menko AHY saat memberikan sambutan di lokasi, Rabu (24/6/2026).
Pemerintah melakukan rekayasa ulang infrastruktur di atas lahan seluas lebih dari 2.600 meter persegi ini. Melalui alokasi anggaran belanja negara sebesar Rp122 miliar, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengintegrasikan tiga struktur bangunan utama secara vertikal demi efisiensi ruang dan kenyamanan.
Rancangan tersebut mencakup gedung hunian asrama empat lantai berkapasitas hingga 850 santri, masjid raya empat lantai seluas 1.490 meter persegi yang mampu menampung 1.200 jemaah, serta gedung madrasah lima lantai dengan kapasitas ideal 30 santri per kelas. Seluruh pengerjaan dikawal ketat oleh kontraktor PT Waskita Karya di bawah supervisi teknis.
Menko AHY mengingatkan bahwa aspek kelayakan dan ketahanan struktur adalah prioritas mutlak yang tidak boleh ditawar dalam pembangunan fasilitas publik. Sentuhan memorial juga dihadirkan melalui instalasi 67 titik lampu di area selasar utama sebagai bentuk penghormatan untuk mengenang para santri yang telah berpulang terdahulu.
"Saya tadi berpesan agar selesaikan semua proses pembangunan dengan sebaik mungkin, tidak boleh ada yang sembarangan begitu, harus benar-benar sesuai dengan standar kelayakan. Karena atas apa yang terjadi di pondok pesantren ini, kita tahu ada 67 syuhada yang akhirnya kita semua bertekad, termasuk pemerintah bertekad agar membangun kembali lebih baik," tegas Menko AHY.
Kunjungan kerja di Sidoarjo ini merupakan bagian dari akselerasi program berskala nasional. Kemenko Infrastruktur mencatat, pemerintah pusat saat ini tengah mengawal program renovasi terhadap sekitar 1.400 madrasah dan lembaga pendidikan keagamaan di seluruh Indonesia.
Program komprehensif yang menyerap total anggaran mencapai Rp4 triliun tersebut ditujukan untuk membenahi fasilitas pendidikan dari tingkat rusak sedang hingga berat demi mendukung pemerataan kualitas SDM nasional.
Melalui penyediaan fasilitas terpadu yang telah dilengkapi sistem sanitasi modern dan jaminan akses air bersih yang layak, para santri diharapkan dapat kembali belajar dengan tenang. Pemerintah berharap, kembalinya fasilitas fisik Ponpes Al-Khoziny ini juga diimbangi dengan kesadaran kolektif dari seluruh elemen pondok untuk menjaga dan merawat aset tersebut secara berkelanjutan.
"Kami juga terus mengawal renovasi madrasah di seluruh Indonesia, kurang lebih 1.400-an madrasah di berbagai tingkatan dengan anggaran sekitar 4 triliun rupiah. Kita lakukan perbaikan agar menghadirkan sesuatu yang lebih baik, lebih nyaman bagi para santri agar mereka bisa lebih tenang, bisa lebih fokus pada proses belajar mengajar, mengaji, belajar agama, dan pada akhirnya menjadi putri bangsa yang bermanfaat," pungkas Menko AHY.
Dalam agenda tersebut, Menko AHY turut didampingi oleh Ketua Dewan Pengasuh Ponpes Al-Khoziny KH Abdussalam Mudzim, Bupati Sidoarjo Subandi, jajaran pejabat Kementerian PU, serta Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Infrastruktur Najib Faisal. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


